India Sewa Kapal Selam Nuklir Bekas Rusia Seharga Rp 43 Trilliun, Akan Perang?


    SURATKABAR.ID – Baru-baru ini India sudah menandatangani kesepakatan untuk membayar sewa kapal selam bertenaga nuklir Rusia yang ketiga. Adapun kesepakatan kontrak yang ditetapkan adalah untuk jangka waktu 10 tahun. Kesepakatan ini memberikan India kekuatan armada baru di Samudera Hindia untuk bersaing dengan Pakistan dan China, seperti dilansir dari Malay Mail, terbitan Jumat (08/02/2019).

    Mengutip laporan Tempo.co, Minggu (10/03/2019), kapal selam yang disewa India ini termasuk jenis The Akula-class. Namun kapal selam tersebut akan berganti nama menjadi The Chakra III dan ini sesuai dengan nama yang diberikan India.

    Kesepakatan penyewaan kapal selam bekas Rusia ini memerlukan waktu berbulan-bulan untuk dinegosiasikan. Selain itu, kesepakatan kemudian terjadi hanya beberapa hari usai ketegangan antara India dan Pakistan di Kashmir. Ditambah lagi dengan adanya kekhawatiran India mengenai meningkatnya kekuatan China di Samudera Hindia.

    Sebelumnya, diketahui pada tahun 2017, terjadi perselisihan militer antara India dan China. Kedua negara itu tersandung perselisihan atas dataran tinggi Himalaya yang diklaim oleh Beijing dan Bhutan, sekutu dekat India.

    China juga meluaskan pengaruhnya di Sri Lanka dan Maladewa. Sedangkan bagi India, kedua negara tersebut dianggap sebagai wilayah proksinya, melalui Inisiatif Belt and Road (BRI).

    Baca juga: Dahsyat! Mode Siluman Hingga Sonic Weapon, Begini Canggihnya Teknologi Militer Masa Depan

    Berulangkali, India menyuarakan kegelisahan terkait rencana ambisius ini, lantaran bagian utama BRI melewati Kashmir yang dikelola Pakistan. Sedangkan Pakistan sendiri merupakan wilayah yang disengketakan India.

    Juru bicara kementerian pertahanan menolak untuk mengkonfirmasi perjanjian, namun pihaknya menyebutkan bahwa kapal selam ketiga yang disewa India Rusia, akan dikirim pada tahun 2025 nanti.

    Rusia Sekutu Perang Dingin India

    Rusia, sekutu Perang Dingin India, tetap menjadi pemasok utama senjata ke India. Hal ini di sisi lain membuat Amerika Serikat jengkel karena telah menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang membeli perangkat militer dari Rusia.

    Adapun pada Oktober 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi menandatangani kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia senilai US$ 5,2 miliar atau 74 triliun.

    Sistem Nuklir India Jadi Kenyataan

    Lebih lanjut, menukil Liputan6.com, keberadaan kapal selam seharga tepatnya 42,9 triliun ini akan menjadikan nyata sistem pertahanan triad nuklir yang diharapkan India sejak lama. Triad nuklir yang dimaksud merujuk pada kemampuan menembakkan senjata nuklir dari darat, udara, dan laut.

    Dalam konteks pertahanan darat, India telah memiliki Agni Missiles, rudal kendali dengan berbagai variasi dari jarak menengah hingga antarbenua.

    Sedangkan dalam pertahanan udara, India mengandalkan pada jet tempur pengebom (fighter-bomber).

    Adapun Chakra III, digadang-gadang akan melengkapi SSBN, sebuah kapal buatan dalam negeri dengan sistem rudal balistik bertenaga nuklir yang diumumkan pada November 2018 lalu.

    Kapal selam bertenaga nuklir tidak hanya dimaksudkan untuk patroli pencegahan (strategi pertahanan deterrent patrols), namun juga berpotensi menjadi pembunuh pemburu (hunter-killer) bagi musuh. Selain itu, juga dapat digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian karena bersifat tersembunyi dan mampu bertahan di bawah air dalam waktu lama.

    The Chakra III bahkan disinyalir bisa berada di bawah air selama berbulan-bulan, tergantung pada ketahanan fisik dan mental dari kru dan awak kapal. Kendati begitu, kapal tetap harus muncul ke permukaan setiap beberapa hari demi mendapat oksigen dalam rangka mengisi ulang baterai diesel listrik.