Beda Kebiasaan, Kandungan Urine Siswa IPA dan IPS Juga Berbeda, Ini Penjelasannya

    "Karena itu kadar pH urine dan glukosa siswa IPA lebih tinggi karena pelajaran yang lebih rumit."


    SURATKABAR.ID – Sebuah penulisan ilmiah baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan. Ternyata kandungan urine yang dimiliki siswa IPA dan IPS berbeda dan berhubungan dengan kebiasaan mereka. Awalnya, dua orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Purworejo menjadi finalis kompetisi penulisan ilmiah untuk kalangan milenial dengan tajuk Indonesia Fun Science Award. Melalui karya ilmiah nyeleneh dengan obyek penelitian urine ini, mereka berhak melaju ke babak final untuk memperebutkan posisi jawara.

    Dilansir dari Health.Detik.com, Jumat (08/03/2019), Ahmad Nur Muzakki (16) dan Mastri Imammusadin (17) merupakan siswa SMAN 1 Purworejo yang telah berhasil menjadi finalis di ajang Indonesia Fun Science Award. Mereka berhasil setelah bersaing dengan seluruh siswa SMA sederajat di Indonesia.

    Karya ilmiah dengan judul ‘Kajian Urine Siswa IPA dan IPS di SMA N 1 Purworejo’ ini berhasil membawa mereka melaju ke babak selanjutnya yang akan dilaksanakan di Tangerang pada 9 Maret 2019 mendatang.

    Indonesia Fun Science Award sendiri merupakan kompetisi penelitian ilmiah pertama di Indonesia yang mensyaratkan pesertanya untuk mengangkat tema-tema penelitian yang unik, lucu, menyegarkan dan mungkin dianggap tak bermutu. Namun sebenarnya tentu penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah dan ada manfaatnya.

    Karena Unik dan Lucu

    Saat ditemui di sekolahnya, kedua siswa kelas 11 jurusan IPA dan IPS itu mengaku memilih mengambil judul terkait karena dianggap unik dan lucu. Meski begitu, kajian yang dilaksanakan ini bukan sekadar guyonan semata, lantaran benar-benar melalui penelitian ilmiah dan hasilnya pun bisa dirasakan.

    Baca juga: KPAI Sesalkan Guru dalam Video Viral yang Tonton Film Biru di Kelas

    “Ya karena unik aja, biar nggak terlalu serius. Kebanyakan orang kan menganggap penelitian itu bikin spaneng. Setelah berembug, kebetulan dapat idenya yang itu (kajian urine), akhirnya kami bikin karya ilmiah ini. Bentuknya soft file terus kami kirim via email,” ungkap Ahmad Nur Muzakki saat ditemui wartawan, Rabu (06/03/2019) petang.

    Dalam riset yang berlangsung selama dua hari itu, sedikitnya diambil masing-masing 10 siswa dari jurusan IPA dan 10 siswa dari jurusan IPS sebagai sampel. Berdasarkan hasil observasi, terdapat perbedaan antara siswa IPA dan IPS.

    “Dalam kesehariannya mereka memiliki perbedaan dalam kebiasaan atau aktivitas. Perbedaan aktivitas ini kemungkinan dapat berpengaruh terhadap aktivitas fisiologis mereka dan juga pada urine yang dihasilkan,” lanjutnya.

    Penelitian dilakukan dengan metode uji kimia yang mencakup pengukuran pH (tingkat keasaman) urine, pengamatan mikroskopik, uji glukosa dan uji protein dalam urine. Merujuk data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pH dan glukosa urine siswa IPA lebih tinggi dari siswa IPS.

    “Kondisi ini berdasarkan wawancara dan analisis data uji kimia serta mikroskopis, didapat bahwa kondisi tersebut dimungkinkan karena adanya gangguan pencernaan yang bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur atau gangguan psikologis (stres),” pungkasnya.