Budiman Sudjatmiko Ungkit Kenangan Lama Saat Bersama Andi Arief di Sebuah Kamar Kost


SURATKABAR.ID – Terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang membelit Aktivis 98 dan politikus Demokrat Andi Arief, Budiman Sudjatmiko ikut memberikan tanggapan. Sebagai teman sejawat sesama Aktivis 98, Budiman Sudjatmiko mengungkap masa lalu bersama Andi Arief di sebuah kamar kost. Kamar yang sarat dengan kenangan lama yang dimaksudkannya itu terletak di Sendawo UGM.

Menukil Bangka.TribunNews.com, Rabu (06/03/2019), Budiman Sudjatmiko membeberkan masa lalunya bersama Andi Arief, di Yogyakarta. Saat itu mereka masih berjuang untuk reformasi negeri.

Melalui akun Twitter-nya, Budiman membuat empat cuitan usai beberapa jam kabar Andi Arief ditangkap Mabes Polri sehubungan penyalahgunaan narkoba.

“Apa sih nikmatnya narkoba, ndi? Bukankah lbh nikmat berdiskusi ide2 besar buah pikir orang2 besar & KITA SENDIRI serta mewujudkannya dlm masyarakat? Kamu sdh memilih jalanmu dgn memilih jenis teman macam apa di sekitarmu. Sedih & moga2 tuduhan itu tdk benar,” cuit @budimandjatmiko.

Budiman lantas mengulang kisah 25 tahun lalu, saat ia dan Andi Arief merencanakan hal besar untuk Republik Indonesia.

Baca juga: Inilah Fakta-fakta Seputar Penangkapan Andi Arief

Budiman pun mengungkapkan akhrinya mereka memilih jalan yang berbeda dengan teman yang berbeda.

“Bukan berujung begini saat 25 tahun lalu kita berdebat di kost2an di Sendowo UGM, saat kita merencanakan banyak hal besar u/ Indonesia kan?

Aku berusaha tetap di jalanku, tp kamu memilih teman2 yg tak pernah bertaruh nyawa bersamamu.

Mereka datang saat nikmat,” demikian dicuitkan oleh Budiman.

Budiman menyebutkan dahulu ia dan Andi Arief satu jalan.

“Jalan yg dulu kita lalui bersama itu adalah Jalan Pedang.

Ia hanya layak dimahkotai kemenangan atau kekalahan krn keyakinan.

Bukan o/ kekalahan krn kekonyolan.

Bahkan juga tak pantas dimahkotai kemenangan karena kebetulan2, Ndi..Kita tdk secengeng itu. Dulu..,” kicau Budiman kemudian.

“Kita ditakdirkan utk gugur saat datangnya musim gugur nantinya. Bukan menusuk2an duri sendiri ke mawarnya saat masih musim semi…,” pungkasnya.

Dikutip dari Wikipedia, Andi Arief (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 20 November 1970, umur 48 tahun) adalah seorang politikus dan mantan aktivis asal Indonesia. Andi menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.

Ia juga dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi pada masa mudanya. Ia aktif di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada pertengahan dekade 1990-an.

Akibat kegiatan aktivismenya yang dianggap mengancam Orde Baru, ia menjadi salah satu korban penculikan aktivis pada tahun 1998. Andi diculik di Lampung pada 28 Maret 1998, atau hanya dua bulan menjelang jatuhnya Soeharto dari kursi presiden.

Aktivis SMID dan PRD yang juga diculik saat itu antara lain Suyat, Nezar Patria, dan Mugiyanto. Bersama sejumlah rekannya, Andi termasuk salah satu yang dilepaskan. Sementara beberapa rekan Andi yang lain belum diketahui nasibnya hingga saat ini.

Andi Arief pernah didapuk oleh SBY sebagai Komisaris PT Pos Indonesia. Ia juga pernah menjadi staf khusus Presiden SBY sampai akhirnya kini dipercaya sebagai Wakil Sekjen Partai Demokrat.

Dan kini, beredar kabar terjadi penangkapan seorang petinggi partai politik terkait narkoba di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat, Minggu (04/03/2019) dini hari. Beredar juga sejumlah foto diduga terkait dengan penangkapan elite partai politik tersebut. Di dalam foto yang beredar itu, terlihat ruangan hotel yang berantakan.

Di meja kamar hotel itu, terlihat sejumlah botol air mineral kemasan, beberapa sedotan, puntung rokok, selembar uang hingga korek api. Terlihat juga ada sebungkus alat kontrasepsi di meja tersebut.

Sedangkan di bagian ruangan lainnya yang tampak seperti di kamar mandi, terlihat juga jamban atau kloset yang tercabut dan dibongkar dari posisinya.

Berdasarkan informasi yang diterima, kloset itu terpaksa dibongkar dari posisinya untuk mencari barang bukti berupa bong yang dibuang ke dalam kloset.

Sumber di kepolisian yang dihubungi pers hanya menjawab singkat ketika dimintai komentarnya, “Iya nanti dirilis.”

Dari informasi yang didapatkan, disebutkan bahwa saat ditangkap politikus itu sedang menghabiskan waktu bersama seorang wanita.