Inilah Pandangan Islam Terhadap Pernikahan Beda Alam Antara Jin dan Manusia. Baca dan Sebarkan!


ilustrasi-jin-_151222023614-804

Wahid bin Abdusalam Bali, salah seorang ulama Timur-Tengah, menjelaskan masalah ini dengan sangat menarik, yaitu ketika ia membicarakan sebab-sebab gangguan jin pada manusia. Ia menjelaskan bahwa ada dua sebab utama kenapa Jin menggangu manusia:
Pertama, jin laki-laki jatuh cinta pada seorang perempuan, atau jin perempuan jatuh cinta pada jin laki-laki. Kedua, kezhaliman yang dilakukan oleh manusia kepada jin. Ini banyak bentuknya, bisa jadi dengan menyiram air panas ke tempatnya berada, misalnya lubang dan sejenisnya. Atau mengencinginya, atau menyakitinya dengan berbagai perbuatan yang tidak disadari.
Saya rasa, kasus pernikahan dengan makhluk halus (jin), bukan kali ini saja terjadi. Mungkin sudah banyak, namun tidak terekpos media, sebagaimana masalah ini mencuat ke permukaan dan menjadi trending topic di kalangan masyarakat. Bahkan, di kalangan para ulama Islam, ada beberapa pendapat yang menjelaskan permasalah ini. Dan ini merupakan bukti bahwa masalahnya sudah ada dan sudah terjadi sejak dahulu kala. Ibn Taimiyah menjelaskan bahwa pernikahan seperti ini pernah terjadi dan menghasilkan anak.

Ada di antara ulama yang menyatakan hukumnya  makruh, seperti al-Hasan, Qatadah, al-Hakam, dan Ishaq. Imam Malik menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak menemukan dalil yang melarang pernikahan ini. Dan ia sama sekali tidak menyukainya. Dan jikalau ia bertemu dengan seorang wanita dari kalangan manusia yang sedang hamil, kemudian ia bertanya tentang siapa suaminya, kemudian wanita itu menjawab bahwa suaminya adalah bangsa jin, maka hal ini akan menyebabkan berbagai kerusakan dan keburukan dalam kehidupan manusia.
Di antara semua pendapat ini, ada pendapat yang lebih tegas dan lebih nyata dalilnya, yaitu para ulama yang mengharamkannya, dengan dalil surat ar-Ruum [30] ayat 21: “Dan di antara tanda – tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri – isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar – benar terdapat tanda – tanda bagi kaum yang berfikir.”
Dalam ayat di atas ada kata-kata “dari jenismu sendiri.” Artinya, manusia menikah dengan manusia, dan jin menikah dengan jin, bukan sebaliknya. Jikalau terjadi sebaliknya, maka itu keluar dari sunnatullah.

Lanjut ke halaman selanjutnya >>