Ingkar Bayar ‘Jasa’ Hubungan Sejenis, Juragan Keripik Pisang Dibunuh Cowok Berondong. Kronologinya Bikin Geram


SURATKABAR.ID – Anggota Jatanras Polda Kalimantan Barat berhasil menciduk tersangka dugaan kasus pembunuhan terhadap juragan keripik pisang bernama Haryanto (40) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Selasa (29/1) dini hari WIB.

Hingga Selasa siang, seperti yang diwartakan Tribunnews.com pada Rabu (30/1/2019), tersangka AP (17) masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Lantaran masih di bawah umur, AP didampingi Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar.

Komisioner KPPAD Kalbar Alik R Rosyad yang dalam pemeriksaan terhadap AP ikut mendampingi tersangka, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan hingga kasus perkara tersebut tuntas. Ia juga akan mengupayakan pengacara bagi tersangka.

“Karena keluarga tersangka ini tidak mampu membayar pengacara, maka nanti kami akan siapkan dari pemerintah,” jelas Alik R Rosyad ketika dimintai konfirmasi terkait kasus pembunuhan tersebut, pada Selasa (29/1) kemarin.

Lebih lanjut, Alik mengungkapkan, motif tersangka menghabisi nyawa korban dilatarbelakangi sakit hati, kesal, dan emosi. Diketahui, awalnya korban berjanji akan memberikan uang Rp 500 ribu untuk jasa berhubungan badan sesama jenis (menyimpang).

Baca Juga: Bertekuk Lutut, Otak Pelaku Pembunuh dan Pembakar Wanita di Spring Bed Beri Pengakuan di Luar Nalar

Namun setelah perilaku menyimpang tersebut rampung dilakukan, rupanya korban ingkar dan malah pergi tidur. Menurut hasil penyelidikan awal, tersangka mengaku dipanggil korban ke Mempawah untuk membantu membuat keripik pisang. Tetapi setelah bekerja beberapa hari ia tak mendapatkan upah.

“Mereka kenal memang sudah sejak lama. Lalu beberapa hari ini tersangka ditawari korban via Facebook untuk membantu membuat keripik, karena pesanan menjelang Imlek cukup banyak. Tersangka sempat bekerja empat hari di sana, dengan upah Rp 15 ribu per kilo,” tutur Alik.

Puncak kejadian, pada Minggu (27/1) malam, korban mengiming-imingi Rp 500 ribu kepada tersangka untuk berhubunganseksual menyimpang. Usai melampiaskan nafsunya, korban malah langsung tidur dan tak membayarkan uang seperti yang dijanjikannya.

“Selesai korban langsung mandi dan tidur. Padahal tersangka besoknya mau pulang ke Pontianak. Malam itu, kata dia, ditunggunyalah si korban, mau bangunkan takut. Mau ditinggalkan, duitnya belum dikasih,” jelasnya lebih lanjut.

Lantaran kesal dan emosi yang terlanjut memuncak, tersangka kemudian meraih cangkul yang kebetulan ada di lokasi. Ia pun memasuki kamar korban dan langsung menghantamkan bonggol cangkul ke bagian wajak korban. Akibat hantaman bagian belakang mata cangkul, korban pun tewas.

“Sekitar jam 1 itu muncullah niatan menghabisi korban. Tapi tersangka saat itu juga bimbang. Dia berkali-kali keluar-masuk rumah. Jadi bimbang dia. Dan sekitar pukul 1 lewat itu dia nekat menghabisi korban,” ungkap Alik.

Usai memastikan korban meninggal dunia, tersangka bergegas mengambil sejumlah barang milik korban dan melarikan diri ke Pontianak. Hingga pada Selasa (29/1) kemarin, pelaku pembunuhan masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.