Syria Akan Serang Israel Jika DK PBB Masih Acuh Tak Acuh


SURATKABAR.ID – Bashar Jaafari yang merupakan utusan Syria (Suriah) untuk PBB memperingatkan, jika Dewan Keamanan PBB (DK PBB) tak menghentikan serangan Israel di negaranya dan tetap acuh tak acuh, maka Syria akan membalas dengan serangan ke Bandara Internasional Ben Gurion di Israel.

Menurut Jaafari, Israel dapat bertindak secara bebas di Syria lantaran mendapat dukungan dari AS, Inggris dan Perancis di DK PBB.

Menukil JawaPos.com, Rabu (23/01/2019), Bashar Jaafari berbicara di DK PBB usai serangkaian serangan udara Israel ke Syria pada Minggu (20/01/2019) dan Senin (21/01/2019). Kebanyakan serangan diluncurkan setelah rudal Iran yang ditembakkan dari Syria dicegat di atas Dataran Tinggi Golan, Israel pada Minggu (20/01/2019) sore.

“Syria akan membela diri dengan sah dan menanggapi agresi Israel di Bandara Internasional Damaskus dengan cara yang sama di Bandara Tel Aviv,” ujar Jaafari, mengutip The Times of Israel.

“Bukankah sekarang waktunya bagi DK PBB untuk menghentikan agresi Israel yang berulang di wilayah republik Arab Syria?,” tutur Jaafari.

Baca juga: Langka! Israel Temukan Mineral yang Sebelumnya Hanya Ada di Luar Angkasa

Tak jelas apakah Syria berkemampuan untuk menyerang Bandara Ben Gurion. Meski begitu, Israel akan memandang segala upaya yang dilakukannya sebagai eskalasi besar.

Hari Minggu, Israel dilaporkan melakukan serangan rudal pada sasaran-sasaran Iran di Syria. Tak hanya diam saja, Iran bereaksi menembakkan rudal di Dataran Tinggi Golan Utara. Namun serangan Iran bisa dicegat oleh sistem pertahanan rudal Israel.

Beberapa jam kemudian, saat memasuki Senin pagi, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan balasan ke sasaran Iran di dekat Damaskus. Syria menembaki jet tempur Israel yang menyerang pasukan Iran di Syria.

Israel Akan Terus Perangi Iran

Melansir Tempo.co, pada akhir tahun 2018, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyebutkan dalam sebuah konferensi pers bahwa Israel akan terus memerangi pasukan Iran di Suriah bahkan jika Amerika Serikat menarik pasukannya dari negara tersebut.

Serangan udara terhadap “target Iran” yang dekat dengan bandara tersibuk Suriah telah menjadi operasi utama Israel, kata mantan kepala staf IDF secara terbuka mengakui bulan lalu untuk menjalankan kampanye pemboman skala besar di Suriah selama bertahun-tahun. Demikian direportasekan Russia Today.

Sementara militer Rusia terus mengawasi manuver IDF atas Suriah. Pada Hari Natal, jet-jet Israel membahayakan dua pesawat sipil, tutur Kementerian Pertahanan Rusia, mencatat bahwa IDF F-16 terbang ketika jet-jet sipil mendarat di bandara-bandara Beirut dan Damaskus.

Pada September, aksi-aksi Israel mengakibatkan kematian 15 prajurit Rusia setelah jet-jet Israel dengan sengaja menggunakan pesawat pengintai Il-20 Rusia sebagai penutup dan menempatkannya di jalur rudal pertahanan udara Suriah.