Visi Misi Kubu Prabowo Diperbarui, Ada Isu HAM dan Lebih Ringkas


SURATKABAR.IDVisi misi yang sebelumnya telah diusung oleh kubu pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan telah diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diperbarui. Mengalami sejumlah perubahan, visi misi terbaru tak hanya dibuat lebih ringkas, tapi juga ada isu HAM yang diselipkan di dalamnya.

Melansir Tempo.co, Jumat (11/01/2019), Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Siane Indriani menyebutkan perubahan itu merupakan penyempurnaan dari visi misi yang sudah ada.

“Ada aktualisasi berdasarkan masukan-masukan dan aspirasi masyarakat dari seluruh pelosok tanah air,” ungkap Siane kepada awak media pada Kamis malam (10/01/2019).

Salinan visi misi tersebut berjumlah 44 halaman yang bertajuk “Indonesia Menang”. Di bawahnya tertulis Visi dan Misi Prabowo-Sandiaga, Program Strategis Penguatan Ekonomi, Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Mengembalikan Adab Berbangsa dan Bernegara.

Sementara itu, di bagian atas halaman tertulis “Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi 02”. Siane mengkonfirmasi dokumen itu sebagai visi misi yang baru.

Baca juga: Megawati Sebut Prabowo Baik, Tapi Anak Buahnya Suka Membully

Perubahan dimulai dari bagian visi. Dalam salinan yang lama, tertulis visi misi pasangan nomor urut 02 ini sebagai berikut. Inilah rincian perbandingannya.

  1. Visi Lebih Ringkas

Dalam rancangan visi yang lama tertulis:

Terwujudnya bangsa dan negara Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antarwarga negara tanpa memandang suku.

Adapun dalam salinan baru, visi menjadi lebih ringkas sebagai berikut.

Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur, relijius, dan bermartabat dalam bingkai persatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

  1. Selipkan Misi Soal HAM

Selanjutnya, redaksional dalam misi pun berubah meskipun poinnya masih sama—yang terdiri dari lima buah.

Adapun satu poin yang ditambahkan dalam visi misi baru, yakni hak asasi manusia (HAM) yang sebelumnya tak disinggung sama sekali di visi misi yang lawas. Dalam dokumen lama, bunyi kelima visi misi itu sebagai berikut.

  1. Membangun perekonomian nasional yang adil, luhur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan dengan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia melalui jalan politik-ekonomi sesuai pasal 33 dan 34 UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
  2. Membangun masyarakat Indonesia yang cerdas, sehat, berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam kehidupan yang aman, rukun, damai, dan bermartabat serta terlindungi oleh jaminan sosial yang berkeadilan tanpa diskriminasi.
  3. Membangun keadilan di bidang hukum yang tidak tebang pilih dan transparan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi yang berkualitas sesuai dengan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.
  4. Membangun kembali nilai-nilai luhur kepribadian bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, dan bersahabat, yang diberkati Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Membangun sistem pertahanan dan keamanan nasional secara mandiri yang mampu menjaga keutuhan dan integritas wilayah Indonesia.

Sedangkan dalam salinan yang baru, lima buah visi misi itu berbunyi sebagai berikut.

  1. Membangun perekonomian nasional yang adil, makmur, berwawasan lingkungan melalui jalan politik-ekonomi sesuai amanat konstitusi.
  2. Membangun masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan unggul dalam kehidupan yang aman dan terlindungi jaminan sosial.
  3. Membangun keadilan dan HAM, memberantas korupsi, serta memperkuat persatuan bangsa melalui penegakan hukum dan jalan demokrasi yang berkualitas.
  4. Membangun sistem keselamatan, keamanan, dan pertahanan nasional, untuk menjaga keutuhan NKRI dan melindungi segenap warga Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri.
Membangun kembali dan memperkuat nilai-nilai luhur kepribadian bangsa yang beradab, relijius, dan dirahmati Tuhan Yang Maha Esa.

Lima Fokus Program Kerja Nasional

Dalam visi misi yang lama juga terdapat kata-kata “empat pilar menyejahterakan Indonesia”, yang terdiri dari 8 pilar ekonomi, 9 pilar kesejahteraan rakyat, 12 pilar budaya dan lingkungan hidup, dan 7 pilar politik, hukum, dan pertahanan keamanan. Setiap pilar diikuti oleh program aksi, masing-masing berjumlah 41, 30, 18, dan 21.

Namun kata-kata “empat pilar menyejahterakan Indonesia” itu hilang dari visi misi yang baru. Sebagai gantinya, tertulis “lima fokus program kerja nasional”, yang isinya disusun dari misi Prabowo-Sandiaga, yakni sebagai berikut.

Fokus pertama—Ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan.

Fokus kedua—Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

Fokus ketiga—Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas.

Fokus keempat—Menjadikan negara Indonesia rumah yang aman, nyaman, dan berdaulat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fokus kelima—Penguatan karakter dan kepribadian bangsa yang luhur.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.