ACTA Laporkan Grace Natalie& 3 Kader PSI ke Polisi Soal Kebohongan Award


SURATKABAR.ID – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) telah secara resmi melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie resmi dilaporkan ke polisi atas kasus kebohongan award. Tak hanya Grace saja, tiga kader PSI lainnya yakni Raja Juli Antoli, Tsamara Amany dan Dara Adinda Kusuma Nasution juga turut dipolisikan ACTA untuk kasus yang sama.

Menukil CNNIndonesia.com, Senin (07/01/2019), Wakil Ketua ACTA Hendarsam Marantoko menuturkan bahwa sebagai simpatisan, pihaknya tak bisa menoleransi kasus ‘kebohongan award‘ yang menyeret tiga nama tersebut.

Ketiga nama itu di antaranya Capres Nomor urut 02 yang juga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Cawapres Nomor Urut 02 yang juga Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

Hendarsam menyampaikan bahwa apa yang sudah dilakukan kader PSI itu sudah termasuk pelecehan dan penghinaan.

“Kami menanggapi itu sudah di luar kultur adat politik kita. Apalagi apa yang dijustifikasi PSI belum tentu betul. Apa benar. Tolok ukur harus ada, kayak misalnya keputusan pengadilan,” tukas Hendarsam kepada awak media di Jakarta, Minggu (06/01/2019).

Baca juga: Soal Award Kebohongan PSI, Pakar LIPI: Itu Tak Etis dan Melampaui Batas

Penilaian Hendarsam, apa yang sudah diperbuat PSI tentu sudah merugikan banyak pihak. Terlebih saat ini Prabowo dan Sandiaga sedang maju pada bursa kontestasi politik di Pilpres 2019.

“Saya rasa merugikan iklim demokrasi  menjelang pilpres ini. Kan sebagai kita ketahui pihak Jokowi saja tidak setuju (dengan kebohongan award),” urai Hendarsam.

Hendarsam menyampaikan sudah seharusnya PSI tak gegabah dan membuat kegaduhan seperti ini. Hendarsam pun menganggap tingkah PSI tidak mendidik wawasan politik yang baik dan benar kepada masyarakat.

“Ini tidak ada hasil yang didapat, selain hanya menyakiti saja. Kalau masyarakat umum ngomong wajar, kalau parpol yang ngomong, gimana mau memberikan pendidikan politik. Tidak tepat, sangat membodohi masyarakat,” tandasnya.

Laporan ACTA sendiri diterima dengan nomor LP/B/0023/I/2019/Bareskrim tertanggal 6 Januari 2019 malam.

Keempat nama yang dilaporkan itu diduga melanggar tindak pidana kejahatan tentang konflik suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) Pasal 156 KUHP Jo Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

“Jadi kalau kata PSI pengen kasih pembelajaran politik, ya kami juga ingin kasih. Harapan bisa buat jera dan  diproses hukum. Jadi tinggal tunggu proses selanjutnya,” ujar Hendarsam.

Sebelumnya, PSI menggelar Kebohongan Award dilengkapi piagam dan piala bagi para pemenangnya. PSI menetapkan Prabowo berhak dapat award ‘Kebohongan Paling Lebay’. Penghargaan ini merupakan respons atas pernyataan Prabowo soal selang cuci darah bagi pasien BPJS Kesehatan di RSCM Jakarta.

Kepada pendampingnya, Sandiaga Uno, PSI memberikan penghargaan ‘Kebohongan yang Hakiki’ atas pernyataannya soal pembangunan tol tanpa utang.

Terakhir, PSI memberikan penghargaan kategori ‘Kebohongan Terhalusinasi’ kepada BPN, terutama Andi Arief yang menyebarkan berita bohong soal surat suara tercoblos dalam 7 kontainer.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.