2 Minggu Ditahan, Pengacara Ungkap Kondisi Habib Bahar bin Smith di Penjara


SURATKABAR.ID – Habib Bahar bin Smith telah dua minggu ditahan di Mapolda Jabar sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap dua anak di bawah umur di Kabupaten Bogor.

Menurut pengacaranya, Aziz Yanuar, Habib Bahar ditahan seorang diri di sel penjara Mapolda Jabar. Oleh karena itu, Habib Bahar jarang berkomunikasi dengan tahanan lain.

“Komunikasi dengan tahanan lain itu pernah, tapi jarang. Karena Habib Bahar bin Smith ditahan seorang diri di dalam kamar tahanan Mapolda Jabar,” ujar Aziz saat dihubungi, Sabtu (29/12/2018), seperti dikutip dari tribunnews.com.

Aziz melanjutkan, karena ditahan seorang diri, Habib Bahar lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca buku atau mengaji. Selain itu, ia juga meminta Aziz membawakan beberapa kitab untuk dibaca.

Baca juga: Hadiri Dialog Lintas Iman, Mahfud MD: Agama Tidak Dapat Dilepaskan Dari Kebudayaan

Sementara soal kondisi kesehatan kliennya, Aziz menyebut Habib Bahar dalam kondisi sehat dan segar. Ia juga sempat dikunjungi oleh sejumlah tokoh, yakni KH Abd Qohar Al Qudsy, KH Abdul Hadi, H Asep Syarifudin, dan sejumlah tokoh lain.

Mengenai proses pemeriksaan, menurut Aziz, pihak kepolisian memberikan 34 butir pertanyaan kepada kliennya.

Beredar surat dari Habib Bahar

Di dunia maya beredar sebuah surat yang ditulis tangan oleh Habib Bahar dari dalam penjara. Pada surat tersebut, tanggal penulisan dalah 20 Desember 2018.

Surat dari Habib Bahar ini ditujukan kepada orang-orang yang ditinggalkan olehnya, yakni para santri di Pondok Pesantren Taju Alawiyyin.

Kepada para santri, ia berpesan untuk tetap semangat walaupun Habib Bahar kini berada di penjara. Ia juga mengaku sangat mencintai para santrinya melebihi cinta pada dirinya sendiri.

Menurut kabar yang beredar, surat tersebut pertama kali diunggah oleh Sakinah Ali Smith yang merupakan adik dari Habib Bahar. Surat tersebut diunggah melalui akun Instagram @sknhsmth pada Kamis (20/12/2018) lalu.

Keberadaan surat ini pun telah dibenarkan oleh kuasa hukumnya. Aziz mengungkapkan bahwa surat tersebut memang ditulis langsung oleh Habib Bahar. “Iya, langsung ditulis dari tahanan Mapolda Jabar,” katanya.