Tragis! Wanita Ini 4 Kali Keguguran Akibat Kekejaman Sang Suami


SURATKABAR.ID – Bagi pasangan suami istri, kehadiran anak tentu menjadi momen yang paling dinanti. Tak sedikit yang berusaha sekuat tenaga untuk segera mendapat momongan.

Tapi, seorang wanita di Singapura harus menanggung beban berat setiap kali hamil. Bagaimana tidak, ia harus menerima siksaan dari suaminya yang berakibat keguguran.

Dilaporkan World of Buzz, wanita 76 tahun ini mengaku telah mengalami 5 kali keguguran selama mengarungi bahtera rumah tangga selama 43 tahun lamanya. 4 keguguran yang terjadi akibat ulah sang suami.

“Sebelum usiaku 40 tahun, aku sudah lima kali hamil tapi tak satupun bisa kulahirkan dengan selamat. Aku ditendang dan dipukul oleh¬†suamiku sendiri selama bertahun-tahun,” ujar Tan mengisahkan, seperti dikutip dari tribunnews.com, Rabu (26/12/2018).

Baca juga: Mengejutkan! Baru Seminggu Menikah, Pria Muntilan Ditinggalkan Istri Bulenya

Awalnya, wanita bernama Tan ini dikenalkan oleh keluarganya kepada sang suami. Hubungan mereka pun berjalan baik hingga berlanjut ke pernikahan.

Pada tahun 1975, Tan akhirnya hamil. Namun, kala itu suaminya yang bernama Hong mulai menunjukkan sifat aslinya yang tempramen. Tak jarang, ia dipukul dan ditendang hanya karena masalah sepele.

Bahkan, saat tan hamil, Hong malah berselingkuh dan berniat membawa selingkuhannya ke rumah. Masalah ini pun menjadi pertengkaran yang berakhir penyiksaan terhadap Hong.

“Empat dari lima keguguran yang aku alami terjadi tepat setelah aku disiksanya. Yang satu lagi terjadi setelah aku ribut dengan saudari iparku,” terangnya.

Namun, yang paling menyedihkan adalah kehamilan terakhirnya. Kala itu, usia kehamilan Tan sudah memasuki 8 bulan. Tak lama lagi ia akan melahirkan.

Tapi, sang suami malah berkata, “Kita tak punya uang, kenapa kau masih ingin melahirkan anak?” kata Hong.

Setelah berkata begitu, dengan kejamnya Hong menginjak perut Tan. Alhasil, Tan langsung mengalami pendarahan hebat. Janinnya pun terpaksa diaborsi untuk menyelamatkan nyawa sang ibu.

Tan mengaku, dia dan suaminya bekerja sebagai petugas kebersihan dengan gaji kecil. Sang suami kerap menghabiskan gajinya untuk bersenang-senang dengan wanita lain. Tan pun harus membiayai kebutuhan hidup mereka seorang diri, mulai dari kontrakan rumah, hingga listrik.

Penderitaan Tan terus berlanjut hingga Oktober 2018 lalu ia mengalami keretakan pada tulang tangan kanannya akibat perbuatan Hong.

Kasus ini pun berlanjut ke ranah hukum. Hong divonis pada 24 Oktober 2018 lalu dengan dakwaan telah melakukan penyiksaan dan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh sang istri sebelum menikah.

Meski begitu, Tan yakin bahwa suaminya bisa sadar dan berubah menjadi lebih baik.