Mengaku Kaya Tapi Menipu Rp 4 Miliar, Kisah Wanita Ini Jadi Viral


SURATKABAR.ID – Di zaman yang semakin mengagungkan gaya hidup dewasa ini, semakin banyak kasus penipuan yang terjadi demi memaksakan gaya. Seperti yang dilakukan oleh wanita muda dan cantik ini. Anna Sorokin, demikian nama aslinya, telah memalsukan identitas dirinya menjadi Anna Delvey. Ia adalah seorang sosialita New York—The Big Apple.

New York dan segala pesonanya memang tak ada hentinya mengundang para pemimpi yang ingin mewujudkan mimpi mereka–seringkali dengan segala cara. Bahkan, kota ini seringkali menjadi inspirasi bagi musisi dan banyak profesi lainnya. Meski begitu, untuk meraih hal tersebut, seseorang akan membutuhkan banyak uang, koneksi serta pencitraan.

Mungkin itulah sebabnya New York tak pernah kehabisan cerita mengenai para penipu ulung selihai laba-laba yang menyebar jaring-jaring kebohongan mereka. Begitu halus dan rakusnya mereka menangkap banyak mangsa. Sampai akhirnya mereka terjerat jaring yang ditenun sendiri, demikian seperti dikutip dari WoliPop.Detik.Com, Jumat (21/12/2018).

Dunia telah melihat beberapa contoh seperti Jordan Belfort yang cerita hidupnya difilmkan dalam The Wolf of Wall Street dan diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Demikian juga dengan Mel Weinberg dalam American Hustle yang diperankan oleh Christian Bale. Atau Frank Abagnale Jr, dalam Catch Me if You Can, yang lagi-lagi diperankan Leonardo DiCaprio.

Mereka adalah para penipu ulung dengan cerita “petualangan” yang mencengangkan dan nyaris seperti fiksi. Sehingga tak heran jika belakangan kisah hidup yang fenomenal itu hidup selamanya dalam bentuk film atau buku.

Baca juga: Pria Ini Menikahi Wanita Lain di Depan Sang Istri, Kisahnya Tuai Kontroversi

Anehnya, jika penonton mengikuti cerita dari sudut pandang mereka, semua seakan sadar atau tak sadar rooting for them meski tahu mereka merupakan penipu dan kriminal. We have some kind of fascination tentang para penipu ulung–setengah takjub, setengah iri–dan bagaimana mereka menjalankan aksinya, meski kita tahu mereka pasti akan tertangkap dan berakhir di pengadilan, menukil laman Cosmopolitan.Co.ID.

View this post on Instagram

#tb this summer ??

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Yang belakangan sedang hangat yakni kisah penipuan yang dilakukan oleh Anna Delvey, seorang wanita muda yang mengguncang dunia sosialita New York dan menjadi ikon dari kejahatan “grifting”, di mana ia melakukan penipuan demi penipuan yang melibatkan para pengusaha dan “investor” untuk membiayai gaya hidup mewahnya di seluruh dunia.

Tak hanya menipu banyak orang-orang sukses dan akomodasi mewah di Amerika Serikat, Eropa, hingga Maroko, Anna juga berusaha mengajukan pinjaman sejumlah jutaan dolar sebelum akhirnya aksi dirinya terungkap. Dan kini ia mendekam menunggu sidang di penjara Rikers Island untuk 6 kasus penipuan senilai $275.000.

View this post on Instagram

#NEWYORK

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Bagaimana Anna bisa melakukan aksinya dengan mudah? Secara fisik, sosoknya memang menarik. Dengan kulit porselen, rambut merah, dan wajah bak boneka yang sekilas mengingatkan pada model Lily Cole, ia tampil memikat. Belum lagi jika mendengar cara berbicaranya yang kental dengan aksen Eropa serta pakaian dari brand seperti Balenciaga dan Alaïa, ia terlihat seperti gadis kaya Eropa pada umumnya.

Namun, alasan yang lebih kuat adalah karena ia tak ragu menunjukkan kekayaannya semisal loyal membagikan $100 cash ke siapa saja, dari mulai supir Uber hingga para karyawan hotel. Salah satunya adalah Neffatari Davis, seorang concierge di 11 Howard, sebuah boutique hotel di daerah Soho, New York di mana Anna tinggal sebulan di kamar seharga $400 per malam di bulan Februari 2017.

View this post on Instagram

@ozpurple

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Memberi Tip Besar

Dalam sebuah artikel investigatif yang dibuat oleh New York Magazine, Neffatari mengisahkan bagaimana Anna kerap memberi tip $100 cash hanya untuk sekadar rekomendasi restoran atau hotel terbaik, hingga akhirnya ia menjadi bagian dari circle Anna dan ikut bergaul dengan kalangan elite yang terdiri dari para CEO, selebriti, seniman, atlet, dan orang-orang penting lainnya dalam pesta-pesta yang digelar oleh Anna.

Kepada Neffatari, Anna mengaku ia berasal dari Jerman dengan ayah seorang pengusaha panel surya yang sukses. Namun, di New York yang dipenuhi anak orang kaya dari seluruh dunia, terkadang kamu bisa begitu akrab dengan seseorang namun tak pernah benar-benar mengenal latar belakangnya. Selama seseorang tampil menarik dan punya banyak uang, tak akan ada yang berani menanyainya dengan macam-macam pertanyaan.

View this post on Instagram

Me ?

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Begitu pun dengan Anna. Pada beberapa orang ia mengaku berasal dari Cologne, kendati bahasa Jermannya tak terlalu bagus. Beberapa orang menduga ia adalah putri seorang diplomat Rusia, beberapa mengira ayahnya ialah seorang pengusaha minyak, dan desas-desus lainnya tentang latar belakang dan sumber kekayaan Anna.

Satu hal yang pasti, ia sempat menjadi intern di majalah Purple, sebuah majalah fashion terkenal di Prancis yang dikomandoi oleh Olivier Zahm. Dari masa internship itu, Anna mengenal banyak figur terkenal dalam dunia fashionlifestyle, dan seni di Eropa lewat berbagai pesta dan event yang ia hadiri.

View this post on Instagram

Happy Birthday Me!

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Salah satunya yaitu Michael Xufu Huang, seorang kolektor seni muda yang super kaya dari Cina. Lewat mutual friend, mereka berkenalan dan sepakat untuk bersama mengunjungi Venice Biennale di mana Anna meminta Michael membayar tiket pesawat dan hotel memakai kartu kreditnya dulu.

Selama di Venice, Michael sempat heran karena Anna hanya membayar dengan cash, namun saat itu ia tak terlalu memikirkannya. Barulah saat Anna mengundangnya datang ke pesta ulang tahun di salah satu restoran favoritnya, Sadelle’s di Soho, kecurigaan Michael terbukti sewaktu restoran itu melihat foto dirinya bersama Anna di Instagram dan mengirimnya pesan untuk meminta kontak Anna—memberi tahu bahwa Anna belum membayar tagihan untuk pesta tersebut.

Tagihan tak terbayar itu hanya puncak gunung es dari banyak tagihan lain yang tak dibayar. Termasuk tagihan $30.000 dari 11 Howard, liburan ke Maroko di mana ia menginap di resort mewah seharga $7.000 per malam, Four Seasons di Casablanca, dan sejumlah hotel mewah di New York.

Beberapa kali Anna berhasil keluar dengan meyakinkan beberapa kenalannya untuk membayar tagihannya lebih dahulu, namun keberuntungan itu terus menipis sampai akhirnya ia diusir keluar dari W Hotel dan tak punya tempat tinggal di New York.

View this post on Instagram

SF @riccardotisci17 @givenchyofficial

A post shared by Anna Delvey (@theannadelvey) on

Sempat menumpang tidur di beberapa kenalannya di New York, reputasi Anna terkuak lebar saat sebuah insiden di restoran Le Parker di mana ia berusaha meninggalkan restoran tanpa membayar berujung headline di New York Post dengan judul WANNABE SOCIALITE BUSTED FOR SKIPPING OUT ON PRICEY HOTEL BILLS.

Artikel yang sama mengungkap bahwa nama asli Anna Delvey adalah Anna Sorokin. Saat artikel tersebut rilis Juli tahun lalu, ditulis bahwa umur Anna adalah 26 tahun. Dan ternyata, sepak terjang Anna sudah dimulai dari bulan November 2016 saat ia berusaha meminjam uang sejumlah $22 juta di City National Bank. Dan ini belum termasuk penipuan lainnya di sejumlah bank berbekal cek kosong dan surat konfirmasi palsu. Akhirnya Anna ditangkap di Malibu, California dan diterbangkan kembali ke New York untuk menghadapi tuntutan dari aksinya.

Asli Rusia

Sebenarnya Anna Sorokin lahir di Rusia tahun 1991. Memasuki tahun 2007 ia pindah ke Jerman bersama keluarganya. Di sana ia menghabiskan masa SMA sebagai gadis pendiam di Eschweiler, kota kecil kelas pekerja 60 km di luar Cologne, dekat perbatasan Belgia dan Belanda. Ayahnya bekerja sebagai seorang supir truk yang beralih menjadi karyawan di perusahaan transportasi sebelum memulai usahanya sendiri di bidang peralatan penghemat energi.

Lulus SMA, ia pindah ke London untuk kuliah di Central Saint Martins College namun drop out dan kembali ke Berlin. Di sana, ia menjadi intern di departemen fashion sebuah firma public relation sebelum pindah ke Paris dan berhasil menjadi intern di majalah Purple. Sejak saat itulah ia mulai memakai nama alias, sebagai Anna Delvey.

Anna mungkin kini telah mendekam di penjara. Namun gaya hidup mewahnya masih bisa dilihat di Instagram miliknya. Begitupun dengan kisahnya yang memang menarik disimak. Seperti gerombolan Bling Ring yang namanya justru semakin terkenal setelah dipenjara dan dijadikan film oleh Sofia Coppola, Anna pun tampaknya akan menjadi criminal-turned-celebrity berikutnya.

Produser dan penulis naskah Shonda Rhimes telah mengantongi hak untuk membuat serial Netflix tentang Anna berdasarkan artikel yang ditulis oleh majalah New York. Sebuah ide yang disambut hangat oleh Anna yang bahkan menyebutkan ia akan senang kalau Margot Robbie terpilih untuk memerankan dirinya.

Reaksi yang tak mengherankan bagi seorang penipu yang mengaku tak bersalah dan menganggap dipenjara semacam eksperimen sosial. Yang membuat Anna kesal bukanlah karena ia akhirnya ditangkap, namun karena headline di berita yang menyebutnya “socialite wannabe” dan anggapan bahwa ia menipu hanya untuk belanja dan berfoya-foya.

Dalam pikirannya, hal itu bukan sekadar tentang uang, namun lebih kepada hidup ideal yang ia bayangkan. Uang ialah bagian dari kesuksesan, sama halnya dengan ketenaran. Ia mungkin sudah tak lagi memegang uang, namun Anna telah meraih ketenaran, meski dengan cara yang dianggap keliru oleh masyarakat. Dan karena itu ia bisa dibilang sukses meraih setengah dari harapannya. Dia hanya memainkan permainannya di Big Apple.