Prabowo Disebut Pukul Meja di Hadapan Ulama, Kubu Jokowi Langsung Sindir Begini


    SURATKABAR.ID – Prabowo Subianto disebut-sebut memukul meja dalam forum Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 yang dihadiri oleh para ulama.

    Kabar ini pun ditanggapi serius oleh Juru Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-KH ma’ruf Amin, Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, Prabowo telah merugikan para ulama yang merekomendasikan dirinya sebagai capres di Pilpres 2019.

    Eva menegaskan, tingkah Prabowo tersebut tak islami dan tak bijaksana.

    “Makanya Prabowo telah merugikan ulama sendiri, kalau ulama justru memilih orang yang sebenarnya tak Islami, tak bijaksana, masa di depan ulama gebrak-gebrak meja,” tutur Eva, Kamis (20/12/2018), seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

    Baca juga: Nylekit! Sebut Prabowo Selalu Gagal Sepanjang Karirnya, Erick Thohir: Catatan Hitamnya Banyak

    Tak hanya menyebut sikap Prabowo tak islami, Eva juga menyesalkan para ulama yang tergabung dalam Ijtimak Ulama belum mampu memilih pemimpin yang ideal bagi kelompoknya sendiri.

    “Berarti milihnya dulu enggak di cek sampai ke faktor psikologis, faktor karakter, faktor track record, hanya karena gara-gara dia melawan Jokowi kemudian didukung,” ujar Eva.

    Menurut Eva, pemimpin atau calon presiden seharusnya memiliki karakter yang bijaksana dan bisa mengayomi masyarakay. Apalagi bagi seorang ulama. Ia kemudian mencontohkan Jokowi yang memiliki sifat santun serta mengayomi segenap masyarakat tanpa peduli latar belakangnya.

    “Ya Pak Jokowi kan kalem, melindungi siapapun, gesturnya sangat adem gitu, menurutku seorang pemimpin harus bisa memberikan perlindungan, bukan menakutkan gitu,” tegas Eva.

    Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam menerbitkan sebuah tulisan yang mengungkap kemarahan Prabowo di hadapan para ulama PA 212.

    Menurut Usamah, Prabowo memukul meja dan berbicara lantang karena ada pihak yang meragukan keislamannya.

    Sementara itu, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menyebut bahwa Prabowo ingin menunjukkan dengan tegas bahwa dirinya bakal memperjuangkan umat Islam. Slamet juga membeberkan pernyataan Prabowo saat itu.

    “Walaupun saya pengetahuan agamanya terbatas (kurang), tapi saya tidak pernah mengkhianati Islam, tidak pernah menjual agama saya (disampaikan dengan tegas sambil reflek tangannya sedikit menggebrak meja),” ujar Slamet menirukan perkataan Prabowo, Kamis (20/12/2018).