14 Tahun Berlalu, Ini 5 Fakta Penemuan 45 Jasad Korban Tsunami Aceh


SURATKABAR.ID – 14 tahun silam, tepatnya pada 26 Desember 2004, Aceh digoncang gempa dan dihantam tsunami dahsyat yang langsung meluluhlantakkan isinya.

Tak terhitung jumlah korban tewas dalam bencana besar tersebut. Tak sedikit pula yang terpisah dengan anggota keluarganya tanpa tahu kabar dan keberadaan mereka.

Salah satunya adalah Mariani. Ia kehilangan buah hatinya Nurmalawati ketik gempa dan tsunami terjadi. Kini, setelah 14 tahun Mariani berharap bisa menemukan jenazah sang anak.

Seperti diketahui, para pekerja perumahan bersubsidi di Dusun Lamseunong, Gampong Kajhu, Kabupaten Aceh Besar, menemukan puluhan kantong besar berisi tulang belulang manusia, Rabu (19/12/2018) pagi.

Baca juga: Pemotongan Nisan Salib, Sultan HB X Bantah Warganya Tidak Toleransi

Tulang belulang tersebut diduga kuat milik korban tsunami Aceh yang dimakamkan secara masal. Dibalik penemuan tersebut, berikut 5 faktanya seperti dikutip dari kompas.com.

1. Ditemukan saat penggalian septictank

Pagi itu, para pekerja menggali tanah untuk membuat septic tank. Namun, mereka malah menemukan kantong-kantong berisi tulang belulang manusia.

Sebenarnya, penemuan tersebut telah dilaporkan sejak Selasa (18/12/2018) sore. Namun, karena kondisi tak memungkinkan, penggalian tak dilanjutkan.

2. Kuburan massal

“Kami menduga lokasi tempat dibangunnya perumahan bersubsidi ini sebelumnya bisa jadi kuburan massal, namun tidak pernah diketahui oleh warga sekitar, karena memang tidak ada tanda apa pun, selain lahan kosong yang bersemak, dan kemudian dijadikan lokasi pembangunan rumah bersubsidi,” ujar Ketua Pemuda Gampong Kajhu, Samuel.

Setelah seluruh jenazah diangkat. Perangkat desa memutuskan menguburkan kembali di pemakaman setempat. Namun, jika ditemukan tanda pengenal, maka akan diumumkan.

3. Proyek dihentikan sementara

Setelah penemuan tersebut, pembangunan perumahan bersubsidi ini dihentikan sementara. Warga dan petugas akan memastikan tak ada lagi jenazah korban gempa dan tsunami Aceh di lokasi tersebut.

4. Sejumlah jenazah teridentifikasi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek menyebutkan bahwa dari 45 jenazah tersebut, 25 diantaranya merupakan laki-laki dan 20 perempuan.

Empat jenazah berhasil diidentifikasi dari penemuan SIM dan KTP yang melekat pada jenazah. Mereka adalah Mariam Husin (perempuan), Sri Yuliza SH (perempuan), Faizal Reza (laki-laki), dan Burhanuddin (laki-laki).

5. Mariani dan sang anak

Mariani kini berharao mendapat kepastian akan nasib sang anak, Nurmalawati. Menurutnya, Nurmalawati hilang saat gempa dan tsunami terjadi. Tapi, ia meyakini jasad anaknya ada diantara 45 tulang belulang yang ditemukan tersebut.

“Saya yakin ia ada di sini karena rumahnya tak jauh dari meunasah ini, saya ikhlas jika ia kemudian akan dikuburkan bersama mayat yang lainnya,” ujarnya.