Pernah Sebar Isu Miring untuk Serang Jokowi, La Nyalla: Potong Leher Saya Kalau Prabowo Menang di Madura


SURATKABAR.ID – La Nyalla Mahmud Mattalitti optimis pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin bakal meraih kemenangan di Pulau Madura dalam Pilpres 2019. Hal tersebut ia ungkapkan sebagai respons bahwa Pulau Madura adalah basis pendukung Prabowo Subianto pada pemilihan mendatang.

“Saya kan udah ngomong, potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura,” ujar La Nyalla dengan tegas ketika ditemui di kediaman Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta, pada Selasa (11/12), seperti yang dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Untuk diketahui, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami kekalahan dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di empat kabupaten di Pulau Madura pada Pilpres 2014 lalu. Menurut hasil rekapitulasi KPU, Prabowo-Hatta mengantongi total suara 830.968 di Pulau Madura, sedangkan Jokowi-JK hanya 692.631.

Mantan Ketua PSSI tersebut menilai pada Pilpres 2014 masyarakat begitu sensitif terhadap isu Jokowi yang disebut-sebut merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Apalagi diketahui, mayoritas masyarakat Madura adalah kelompok muslim yang taat dan tidak simpatik terhadap PKI.

“Awalnya dikira Pak Jokowi ini PKI. Kan saya sudah jelasin, saya yang sebarin (Majalah) Obor. Orang Madura itu paling sensitif, paling tidak mau dibilang ini bukan agama Islam,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI-KPSI pada periode 2012-2016 tersebut.

Baca Juga: Terang-Terangan! Ngaku Menyesal Telah Sebarkan Fitnah Jokowi PKI, Tak Disangka Ini Motif La Nyalla

Lebih lanjut, La Nyalla menegaskan bahwa Jokowi merupakan sosok yang sangat taat terhadap ajaran-ajaran Islam. Oleh karena itu, ia begitu yakin bahwa pada Pilpres 2019 mendatang masyarakat Madura dapat lebih tercerahkan.

“Padahal yang (taat) Islam itu Pak Jokowi,” tegas La Nyalla.

Selain itu, ia juga turut memasang target atas kemenangan pasangan nomor urut 01 di Jawa Timur akan melampaui angka 70 persen. La Nyalla mengaku sudah bergerak secara senyap demi membantu dan melakukan konsolidasi mesin pemenangan di Jawa Timur di pilpres mendatang.

“Saya tidak perlu ngomong soal kontribusi. Pokoknya Anda tahu Pak Jokowi menang di Jawa Timur. Kalau dulu menangnya hanya 800 ribu, kalau sekarang lebih jauh lagi. Targetnya saya Pak Jokowi harus menang 70 persen ke atas,” tandas La Nyalla tegas.