Ada Apa Ini? Kader PDIP Copot Stiker Jokowi Berkostum Raja


SURATKABAR.ID – Stiker dan rontek bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan kostum raja terpasang di beberapa mobil angkutan pedesaan (angkudes) dan sejumlah pohon di Kabupaten Purworejo.

Namun, puluhan kader PDIP memutuskan untuk mencopot stiker tersebut. Menurut mereka, gambar tersebut tak sesuai dengan instruksi partai.

Sebab, Jokowi digambarkan sebagai raja dalam pentas seni kethoprak. Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo Luhur Pambudi Mulyono mengungkapkan, para kader berinisiatif mencopot karena kecewa dengan muatan stiker tersebut.

“Kami merasa gambar tersebut tidak pas, dalam demokrasi tidak ada raja-raja yang hanya ada di pentas kethoprak,” terang Luhur, Senin (12/11/2018, seperti dikutip dari teras.id.

Baca juga: SBY Ingatkan Politik Identitas Jangan Ekstrem, Eggi Sudjana Sebut Itu Cara Banci

Stiker dan rontek tersebut diketahui terpasang kurang lebih selama empat hari terakhir. Namun, Luhur mengaku tak mengetahui siapa yang memasang gambar tersebut sebagai materi kampanye.

Lebih lanjut, tim kampanye daerah Jokowi-KH Ma’ruf Amin akan melaporkan pemasangan stiker tersebut kepada tim provinsi. “Sudah konsultasi ke Semarang, keputusannya kami dipersilakan mencopot,” lanjutnya.

Menurut Luhur, tidak ada koordinasi antara pihak pemasang gambar dan tim kampanye kabupaten.

“Tiba-tiba sudah ramai, maka kami copot dan simpan di posko menunggu kedatangan orang yang pasang untuk kami klarifikasi. Kami juga gali informasi dari sopir angkutan yang dipasangi stiker,” ujarnya.

Selain dianggap melecehkan, pemasangan stiker kampanye pada kendaraan angkutan umum merupakan pelanggaran aturan. Oleh karena itu, pencopotan dilakukan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq SH memberikan apresiasi terhadap langkah kader PDIP yang mencopot stiker kampanye. Bawaslu juga akan menertibkan bersama Dishub, Satlantas, Satpol PP, KPU dan stake holder terkait lainnya.

“Tetapi peserta pemilu sudah bergerak menertibkan. Hal ini menunjukkan mereka kooperatif dan memiliki semangat dalam mewujudkan pemilu berintegritas,” tegasnya.