Waspada! Penyebar Hoaks Hingga Foto Korban Tragedi Loin Air Mulai Beraksi di Medsos


    SURATKABAR.ID – Penerbangan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang harus berujung tragedi. Dan insiden-insiden seperti ini sering digunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya melalui media sosial.

    Pesawat tersebut, deperti dihimpun dari Detik.com pada Senin (29/10/2018), lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Senin (29/10) pagi sekitar pukul 06.20 WIB. Hanya berselang 13 menit, tepatnya pada pukul 06.33 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak.

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mengeluarkan ultimatum. Plt. Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu mewanti-wanti agar para penghuni jagad maya lebih berhati-hati menggunakan jarinya di media sosial.

    Ia mengimbau netizen untuk tidak terlalu mudah membagikan informasi, terlebih lagi sampai memajang foto-foto korban melalui akun medsos mereka. Pasalnya, apabila berita yang dibagikan belum terbukti kebenarannya, ada ancaman hukuman yang menanti lantaran melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Dalam pernyataan tertulisnya, Kominfo mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang, Senin (29/10). Berikut ini pernyataan lengkap Kominfo:

    Baca Juga: Merinding! Saksi Mata Beberkan Fakta Mengejutkan Soal Puing Lion Air JT 610

    “Sehubungan dengan beredarnya sejumlah informasi hoaks terkait peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10).

    2. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengimbau warga net Indonesia untuk TIDAK menyebarkan informasi HOAKS ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

    3. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI juga mengimbau warga net untuk tidak menyebarkan foto-foto korban dari musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melalui media apapun termasuk media sosial.

    4. Kami ingatkan kembali bahwa setiap aktivitas kita di ruang siber (cyber space), termasuk aktivitas mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi hoaks diatur dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Terima kasih”

    hukuman serta denda yang harus dibayarkan seseorang tercantum dalam UU ITE Pasal 2 Ayat 1. Apabila ia terbukti melakukan pelanggaran UU ITE dengan menyebarluaskan berita dan informasi bohong alias hoaks melalui media sosial, pelaku bisa dipidana hingga 6 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 1 miliar.

    UU ITE Pasal 28 Ayat 1 sendiri berbunyi: ‘Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (1 miliar rupiah)’.

    Peristiwa mengerikan yang menimpa pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610, Senin (29/10) pagi, tak hanya menjadi pusat perhatian di Indonesia saja. Penduduk internasional juga turut ramai mengangkat tagar #JT610 hingga tembus sebagai topik paling banyak dibahas netizen global di Twitter.