Astaga! Tak Terima Motornya Dijatuhkan, Suami Tega Tembak Dada Istri 3 Kali


SURATKABAR.ID – Tak terima istrinya menjatuhkan motor, seorang suami nekat menembak sebanyak 3 kali ke dada pasangannya. Wanita tersebut bernama Yunita (24), ia ditembak dengan Deni Hidayat dengan menggunakan airsoft gun. Menurut informasi yang terhimpun, insiden penembakan yang terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara ini dipicu kekesalan pelaku lantaran tak terima motornya didorong oleh sang istri hingga jatuh.

Mengutip laporan OkeZone.com, Selasa (11/09/2018), Yunita menjatuhkan motor suaminya akibat emosi tidak dijemput kerja. Muhammad Samin (45) yang merupakan kakak korban, kemudian menceritakan awal mula kejadian penembakan tersebut.

Menurutnya, Yunita yang sehari-hari bekerja di sebuah supermarket di kawasan Kelapa Gading ingin pulang dari kantornya dan tidak memiliki tumpangan.

“Adik saya minta dijemput suaminya (Deni). Tapi kata suaminya, dia enggak bisa karena enggak enak badan, terus adik saya disuruh pulang naik ojek online. Akhirnya adik saya naik ojek online dong,” paparnya mengisahkan pada reporter, Senin (10/09/2018).

Setibanya di rumahnya di Jalan Jati I, RT 02 RW 10, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Yunita langsung mencari suaminya yang sedang tidur.

Baca juga: Heboh Pesta Pernikahan dan Dangdutan di Tengah Kuburan, Netizen: Astaghfirullah!

Tak lama setelahnya, Deni yang akhirnya bangun, langsung menuju ke lahan kosong di belakang rumahnya untuk berkumpul bersama teman-temannya.

Sontak saja Yunita yang melihat tingkah Deni langsung naik pitam. Tak pelak ia menganggap suaminya telah berbohong.

Yunita pun langsung menghampiri sang suami di tempat nongkrongnya. Karena geram, ia memaki-maki suaminya tersebut. Saking emosinya, Yunita dengan sengaja mendorong motor milik suaminya yang terparkir tak jauh dari tempat tongkrongan hingga terjatuh.

Pelaku yang awalnya diam langsung terpancing emosi dan mengarahkan airsoft gun kepada korban.

“Motornya itu didorong, dirobohin, dan dia malah mikirin motornya daripada jemput istrinya. Jatuh tuh motornya. Terus dia langsung ngamuk ngeluarin tembakan di kantongnya,” ungkap Samin, melansir laporan TribunNews.com.

Samin menambahkan, pelaku sempat menembakkan airsoft gun miliknya sebanyak tiga kali ke arah Yunita. Hanya saja saat itu korban sempat menghindar meski akhirnya mengenai bagian dadanya.

“Pertama enggak kena, malah kena pintu. Terus pas dikejar, baru kena adik saya di dada kanannya. Pada saat ditembak itu, dia enggak langsung jatuh atau pingsan, dia kesakitan sambil nahan badannya,” imbuh sang kakak.

Beberapa teman pelaku yang pada saat kejadian berada di lokasi, lalu menggotong Yunita ke RS Puri Medika Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sementara itu sang pelaku langsung kabur melarikan diri setelah sempat mengacak-acak seisi kamar.

“Suaminya malah ngamuk lagi ke atas kamarnya, ngacak-ngacak kamar. Terus dia kabur atau nggak, saya nggak tahu, cuma pas adik saya dibawa temannya ke Puri Medika, enggak ada yang tahu pihak keluarga,” tukas sang kakak.

Selanjutnya Samin melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Jakarta Utara. Sementara itu, korban dirujuk ke RSUD Koja, Jakarta Utara dan masih terbaring lemah karena peluru yang ditembakkan masih bersarang di tubuhnya.

Pelaku Masih Buron

Ditukil dari reportase Republika.co.id, Mapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arif membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan, suami penembak istri di Jakarta Utara melepaskan tiga kali tembakan.

Tembakan pertama mengarah ke lantai, kedua ke pintu, dan yang terakhir baru ke arah dada istrinya, “Ia menggunakan air softgun, itu pelurunya gotri logam,” tutur Reza, Senin (10/09/2018).

Ia juga membenarkan bahwa percekcokan rumah tanggalah yang menjadi pemicunya, “Benar, cekcok antar suami istri, yang berujung pada penembakan itu, jadi tiga kali tembakan,” imbuh Reza saat dikonfirmasi, Senin (10/09/2018).

Kondisi korban saat ini sudah membaik, namun belum menjalani operasi untuk pengangkatan peluru. Reza juga telah memerintahkan seluruh jajarannya, untuk sesegera mungkin menangkap Deni karena ia sempat kabur.

“Ya, pelaku habis kejadian itu, istrinya dibawa ke rumah sakit, lalu dia melarikan diri. Saya sudah perintahkan kejar, cari, untuk diamankan tapi sampai sekarang belum bisa tertangkap. Sekarang sudah ada dua atau tiga saksi yang ada di TKP kejadian itu (dimintai keterangan),” beber Reza.

Diketahui, insiden penembakan itu terjadi pada Minggu (09/09/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, dan menyebabkan korban mengalami luka parah di bagian dada karena bekas tembakan. Sang kakak bernama Samin, diketahui langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Utara.