Roy Suryo Diklaim Belum Kembalikan Aset Senilai Rp 8 Miliar, JK Malah Beri Komentar Menggelitik


SURATKABAR.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) buka suara menanggapi kasus yang menjerat eks Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo yang dituding membawa 3.226 unit barang-barang Kementerian Pemuda dan Olahraga yang statusnya adalah aset milik negara.

JK, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Jumat (7/9/2018), mengaku tak habis pikir dengan sikap politisi dari Partai Demokrat tersebut. Ia mempertanyakan barang apa yang ada di rumah Roy Suryo dan jumlahnya mencapai angka ribuan.

“3.000 itu saya kira bagaimana hebatnya itu satu rumah, susah juga. Rumah saya paling barang-barang jumlahnya ratusan, itu ribuan. Barang apa itu, ya?” celetuk JK ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden Jakarta pada Kamis (6/9) kemarin.

Lebih lanjut, JK meminta kepada pihak Kemenpora untuk kembali memeriksa jumlah aset yang disebut-sebut belum dikembalikan oleh mantan Menpora tersebut. Ia menilai, dengan jumlah sebanyak itu akan menyulitkan Roy ketika mengembalikannya.

“Saya tidak membayangkan bagaimana 3.000 itu mengangkutnya. Ya, tapi itu urusan mereka, tanya Menpora,” imbuh JK.

Baca Juga: Daftar Barang yang Wajib Dikembalikan Roy Suryo, Ada Sendok Hingga Bor. Pengacara: BPK Sebenarnya Tahu…

Klarifikasi Kemenpora

Terkait hal tersebut, Kemenpora melalui Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewabroto menyebut hingga saat ini Roy Suryo baru mengembalikan barang milik negara (BMN) yang berupa peralatan kantor senilai Rp 500 juta.

Adapun pengembalian tersebut, diungkap Gatot, dilakukan pada tahun 2016 silam. Ketika itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memberikan penilaian terhadap BMN yang harus dikembalikan.

“(Jumlah item) cukup banyak dan kita apresiasi beliau mengembalikan, dan sekarang barangnya ada di gudang kami. (Barang yang dikembalikan) peralatan kantor, kayak kursi dan sofa,” jelas Gatot di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/9).

Namun, Gatot menambahkan, BMN senilai Rp 500 juta yang telah dikembalikan Roy Suryo pada 2016 itu tak termasuk 3.226 item yang saat ini masih tersimpan di kediaman Roy, sebagaimana disebutkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terakhir.

“Kami mengacu angka tiga ribu sekian berdasarkan LHP BPK. Jadi kami tidak ngarang. Toh, kami tidak mungkin men-downgrade atau meng-under estimate BPK, kan tidak mungkin. BPK harus kita hormati,” tandasnya tegas.

Sementara itu, meski tak memberikan deadline khusus kepada Roy Suryo, Menpora Imam Nahrawi menegaskan BMN yang nilainya mencapai Rp 8 miliar lebih tersebut wajib dikembalikan sampai kapan pun. Mengingat BPK rutin membuat catatan mengenai aset tersebut untuk dilakukan audit.

“Ini saya berharap betul, supaya diselesaikan agar tidak ada yang mengganjal pemeriksaan kami di masa yang datang. Ya, dikembalikan sampai kapan pun. Yang penting kembaliin,” tutur Imam Nahrawi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9), dikutip dari JPNN.com.

Ketika disinggung mengenai sanksi yang akan menjerat mantan menteri yang belum mengembalikan BMN, Imam memberikan jawaban diplomatis. “Ya tergantung. Saya enggak bisa jawab dalam konteks itu. Kami Kemenpora menindaklanjuti dari BPK,” pungkasnya.