Arab Saudi Klaim Israel Lebih Baik Dibanding Negara Muslim, Ternyata Ini Alasannya


SURATKABAR.ID – Arab Saudi memberikan pujian kepada Israel yang disebut lebih baik dibandingkan dengan negara-negara Muslim. Alasannya cukup mengejutkan, karena ternyata Israel tak pernah melarang warganya yang memeluk Islam untuk menyempurnakan agama dengan berhaji ke Arab Saudi.

Adapun sanjungan tersebut, seperti yang dilansir laman Tempo.co pada Kamis (29/8/2018) dari Middle East Monitor, Rabu (22/8), disuarakan oleh Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Arahan, Syekh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syekh.

“Negara Israel, dari apa yang kami ketahui tentangnya, tidak melarang peziarah Muslim datang ke Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan kewajiban agama mereka, adapun satu dari beberapa negara, seperti kami ketahui atau telah dikatakan, bahwa mereka melarang peziarah,” jelas Abdulaziz Al-Syekh.

Pernyataan Menteri Abdulaziz Al-Syekh menjadi bukti nyata tentang normalisasi hubungan lebih maju antara Arab Saudi dengan Israel. Namun demikian, ia menolak buka suara ketika ditanyai negara Muslim mana yang mengeluarkan larangan kepada warganya untuk melaksanakan ibadah haji ke Arab Saudi.

Dan pujian tersebut diunggah kembali oleh Pemerintah Israel melalui akun resmi media sosial Twitter-nya. “Terimakasih Tuhan, Israel memfasilitasi lebih dari 4.000 warga Muslim menuju tempat suci untuk menjalankan ibadah Haji,” demikian bunyi pernyataan resmi Arab Saudi di akun Twitter-nya.

Baca Juga: Kali Pertama Sepanjang Sejarah, Wanita Kristen Koptik Jadi Gubernur di Mesir

Meski Menteri Abdulaziz Al-Syekh menolak buka suara, namun menurut laporan Middle East Monitor, besar kemungkinan yang dimaksud adalah Qatar. Pasalnya Qatar menyebut bahwa Arab Saudi-lah yang menyebabkan berbagai rintangan sehingga warganya tak dapat melakukan ibadah haji tahun ini.

Sebuah organisasi non-pemerintah Komite Internasional untuk Urusan Haji terang-terangan mengutuk kebijakan Arab Saudi yang melarang warga Qatar serta Suriah untuk menunaikan ibadah haji, seperti yang dilaporkan situs berita Echoroukonline.com pada Jumat (22/6) lalu.

“Kerajaan Arab Saudi mencegah jamaah Suriah pergi haji selama tujuh tahun. Sedangkan Qatar memasuki tahun kedua dengan alasan politis,” demikian laporan dari Middle East Monitor terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi sendiri memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar setelah sebelumnya menuduh Qatar telah mendukung organisasi teroris dan memiliki kedekatan dengan Iran. Sikap Arab Saudi tersebut juga didukung oleh Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir.

Sementara hubungan antara Israel dengan Arab Saudi sejatinya sudah terendus sejak setahun belakangan. Kedekatan kedua negara yang tak memiliki hubungan diplomatik tersebut diketahui usai Putra Mahkota Mohammed bin Salman secara diam-diam mengunjungi Tel Aviv pada September 2017.