Setelah Dipecat, Fahri Hamzah Ungkit “Dosa” Kader PKS Lainnya. Apa Saja?


dipecat-pks-ini-tanggapan-fahri-hamzah

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan partai yang dipimpinnya telah mengambil keputusan terkait nasib Fahri Hamzah sebagai kader partai. Kabar ini tentu menghebohkan publik, terutama karena Fahri Hamzah selama ini dikenal sebagai kader PKS yang sangat keras dalam mengkritik pemerintah.

PKS mengklarifikasi bahwa pemecatan itu sebagian besar dikarenakan Fahri Hamzah sering keluar dari arahan partai dan berkomentar ke media dengan pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif dengan tujuan partai.

Presiden PKS Sohibul Iman membeberkan sejumlah “dosa” Fahri. Ia dianggap tak sejalan dengan partainya. Hal itu dicantumkan dalam situs resmi di pks.or.id. Pertama, Fahri menyebut “rada-rada beloon” untuk para anggota DPR RI.

“Pernyataan ini diadukan oleh sebagian anggota DPR RI ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan dikemudian hari FH (Fahri Hamzah) diputus oleh MKD melakukan pelanggaran kode etik ringan,” kata Sohibul dalam situs resmi PKS seperti dikutip Liputan6.com, Senin (4/4/2016).

Menanggapi pemecatan dirinya, Fahri Hamzah terlihat geram. Bukan sekdar tidak terima atas putusan tersebut, Fahri lantas mencoba mengungkit-ungkit keburukan partai yang selama ini dia naungi.

Fahri menyindir mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang tersangkut masalah korupsi jelang pemilu 2014. Kasus tersebut membuat suara PKS menurun di pemilu 2014.

Fahri mengungkapkan bahwa dirinya yang saat itu ditunjuk sebagai juru bicara partai harus mati-matian membela LHI. Bahkan sampai-sampai harus terlibat perseteruan dengan KPK.

“Saya tahu di partai ini ada orang yang bikin kami susah setengah mati, kami jungkir balik mempertahankan supaya partai ini tetap ada. Kurang dari setahun tiba-tiba partai ini terkena musibah besar menjelang 2014. Saya menjadi juru bicara partai harus jungkir balik melawan logika publik yang ingin mencoba mengkriminalisasi partai kami,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4/2016), dilansir dari merdeka.com.

Lanjut ke halaman selanjutnya >>