Para Suami, Catat! Inilah Momen Saat Gairah Bumil Sedang Tinggi-tingginya


SURATKABAR.ID – Wanita yang sedang mengandung alias ibu hamil (ibu hamil) memang kerap dilanda kondisi psikologis yang unik. Selain itu, tak semua bumil akan memperlihatkan kecenderungan yang sama, seperti suasana hati/ mood, hingga apa yang diidamkannya. Ini juga mencakup dalam hal berhubungan intim. Ada bumil yang sangat ingin dimanja dan bergairah, sedangkan bumil yang lain malah inginnya bertengkar dengan suami.

Seperti dikutip dari reportase JawaPos.com, Sabtu (11/08/2018), ternyata ada momen di mana mana l*ibido alias gairah seksual wanita hamil sedang berada dalam masa puncaknya. Momen tersebut ada di trimester kedua usia kehamilan, yakni saat kandungan berusia 4-6 bulan. Saat itu, sang sumai diharuskan untuk lebih mengerti apa keinginan istri.

“Usia kehamilan 4-6 bulan. Ibu hamil perlu dimanjakan, di-treat dengan baik. Butuh atensi lingkungan sebab dorongan seksual meningkat,” ujar  Tara de Thouars yang merupakan Psikolog Keluarga saat ditemui di Media Gathering Festival Ngidam SGM Bunda, beberapa waktu lalu.

Namun masalahnya, Tara melanjutkan, belum tentu semua suami mau meladeni gairah seksual sang istri saat itu. Sebab, bukan karena tak ingin, akan tetapi demi menjaga keamanan dan keselamatan calon buah hati.

Waspadalah jika para suami menolak. Sebab bumil sedang dalam tahap sensitif secara psikologis.

Baca juga: Tak Hanya Bibir, Ternyata Wanita Suka Dicium di 5 Bagian Ini

Seperti diketahui, saat hamil trimester kedua memang tak sering lagi terjadi masalah dan muntah, namun perubahan fisik sudah mulai terlihat. Tubuh menjadi gemuk dan perut mulai buncit.

“Fisik berubah dan perempuan mulai merasa enggak menarik lagi. Tubuh sudah enggak menarik lagi karena gendut malah ingin makan terus. Pikiran-pikiran ini membuat bunda enggak percaya diri,” papar Tara.

Tara melanjutkan, karena itulah, jika suami menolak berhubungan intim di saat bumil sedang ingin bercinta, hal itu justru akan membuat kondisi bumil drop. Mereka merasa ditolak dan tak dianggap menarik lagi.

“Banyak suami takut nanti janinnya kenapa-kenapa. Bunda merasa ditolak. Mood makin kacau karena dianggap enggak menarik lagi. Padahal maksud suami enggak begitu,” imbuh Tara.

Bumil sangat ingin adanya kehadiran pasangan dan selalu siap sedia dalam hal apapun. Hal itu membuat mereka mendapatkam perasaan aman dan terlindungi.

“Bumil merasa, wong bikinnya bareng-bareng kok masa yang menderita cuma perempuan doang,” tukasnya.

Itulah sebabnya dibutuhkan komunikasi yang positif dengan pasangan. Jika memang takut dengan posisi saat berhubungan intim di usia kehamilan yang semakin besar, Tara menyarankan agar mengonsultasikan saja hal ini ke dokter.

“Ketika suami menolak, bumil berpikir ‘tuh kan saya enggak menarik’. Kalau ada sesuatu yang mengkhawatirkan bicarakan baik-baik jadi enggak dipendam sendiri. Ke dokter lebih baik,” ujarnya.

Di masa ini juga, suami harus sering mengajak sang calon ibu untuk jalan-jalan atau mendapatkan hiburan seperti pergi menonton ke bioskop atau memanjakan diri ke salon.