Resmi Cawapres, Pakar Ekonomi Beberkan Keunggulan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno


SURATKABAR.ID – Dua pasangan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) resmi maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, yakni Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Bertugas mendampingi presiden, masing-masing cawapres harus memiliki kemampuan mengerti dan memahami perekonomian bangsa. Mengingat salah satu indikator kemajuan suatu negara dapat dilihat dari perekonomiannya.

KH Ma’ruf Amin sendiri, seperti yang dilansir dari laman Detik.com, Sabtu (11/8/2018), memiliki kepiawaian dalam bidang ekonomi syariah. Ia telah berkomitmen untuk menguatkan perekonomian umat apabila terpilih sebagai wakil presiden.

Sementara Sandiaga Uno adalah sosok yang sudah malang melintang di dunia bisnis. Sepak terjang pria yang lebih akrab disapa Sandi ini bahkan membangun jaringan bisnis melalui bendera Saratoga dan Recapital.

Lantas apa sajakah keunggulan cawapres Jokowi dan Prabowo ini?

Baca Juga: Sandiaga Resmi Cawapres, Fadli Zon Bocorkan Sosok Pengganti Wagub DKI

Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, sama-sama memiliki kemampuan memadai di bidang ekonomi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ekonom INDEF Eko Listyanto. Menurutnya, sisi ekonomi Ma’ruf Amin lebih mengarah ke ekonomi berbasis syariah.

“Kalau saya lihat ada plus minusnya dari sisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Kan beliau dikenal sebagai Ketua MUI, dewan pakar ekonomi syariah. Nah, itu pasti punya kelebihan-kelebihan dalam konteks gimana terjemahkan ekonomi keumatan, mungkin ekonomi Islam di dalam ekonomi di Indonesia,” jelas Eko, di Jakarta, Jumat )10/8).

Sementara itu, menurut kacamatanya, Sandiaga Uno memiliki sepak terjang yang tak bisa diabaikan sebagai pengusaha. Pengalaman dalam bisnis di Indonesia adalah nama tengah Sandi. Keunggulan ini yang membedakan cawapres Prabowo dengan cawapres Jokowi.

“Kalau Sandiaga kekuatannya adalah pada kekuatan praktikalnya, artinya pengalaman beliau bertahun-tahun, puluhan tahun di dunia usaha, terus juga cukup sukses membangun berbagai macam jenis usaha, tokoh wirausahawan yang sukses,” tutur Eko lebih lanjut.

“Artinya yang sati, kalau bisa saya katakana lebih ke arah teoritikalnya, fikihnya gimana, ininya gimana, artinya bahan pertimbangan dari situ itu, kayaknya lebih banyak ke Pak Ma’ruf. Tapi kalau dari sisi pengalaman praktikalnya, saya rasa Pak Sandi lebih punya bobot lebih tinggi di situ,” imbuhnya.

Eko kemudian menyebutkan data sebagai bahan pembanding. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kurun 4 tahun terakhir hanya mencapai angka 5 persen. Dan di sinilah dibutuhkan kemampuan Sandiaga Uno.

“Kan seharusnya berkaca pada data ya, data 4 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi kita hanya 5 persenan saja, sehingga butuh akselerasi. Nah, akselerasi itu kan butuh memang salah satunya pengalaman. Saya rasa dari sisi itu Pak Sandi lebih unggul,” jelas Eko.

Namun di sisi lain, Eko menyebutkan, sosok Ma’ruf Amin dengan nilai religiusnya tetap dianggap penting untuk perkembangan perekonomian, khususnya ekonomi keumatan berbasis syariah. “Tapi di sisi lainnya kalau kemudian arahnya kalau ekonomi keumatan dan kemudian itu ekonomi Islam, arahnya berbeda, karena dia anti bunga, itu juga penting,” ungkapnya kemudian.

Dan apabila mencari keuntungan dalam segi investasi, Sandiaga adalah sosok yang ideal. “Kalau investor, saya rasa akan cenderung lebih mudah menangkap pesan-pesan yang akan disampaikan kubunya Pak Prabowo-Sandi karena objeknya sudah memang praktiknya di dunia usaha,” ujar Eko.