Dituding Paksa Jokowi Pilih Cak Imin, Begini Klarifikasi Kiai Najib


SURATKABAR.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merekomendasikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapres Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Namun, dikabarkan pula Rais Syuriyah PBNU KHR Najib Abdul Qadir memaksa Jokowi untuk memilih Cak Imin. Bahkan, Najib disebut telah mengultimatum Jokowi dan memberinya waktu 2 hari untuk menentukan cawapres.

Kabar ini pun dengan tegas dibantah oleh Najib. Ia memastikan bahwa dirinya tak pernah memberikan komentar seperti yang diberitakan JPNN pada Minggu (5/8/2018) kemarin.

“Tidaklah benar, kami pernah mengeluarkan statemen, ‘Memberi deadline kepada Jokowi dalam dua hari. Kalau tidak jelas, maka kami bikin poros baru’,” tulis Najib dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/8/201), dikutip dari nu.or.id.

Baca juga: Kiai dan NU Minta Cak Imin Jadi Cawapres Jokowi, Begini Tanggapan PDIP

Selain membantah telah berkomentar seperti yang diberitakan, Najib juga meminta JPNN meralat berita tersebut dengan merilis berita susulan mengenai komentar Najib.

Diketahui, JPNN merilis sebuah berita mengenai PBNU dan cawapres Jokowi. Dalam berita berjudul ‘Jika 2 Hari Jokowi Tak Pilih Cak Imin, PBNU Angkat Kaki’ itu Najib disebut telah mengultimatum Jokowi dan mengancam akan membentuk poros baru jika Jokowi tak segera memutuskan Cak Imin sebagai cawapresnya.

Tak hanya soal isi berita yang tak sesuai kenyataan, menurut Najib, berita ini juga memuat kesalahan lain, yaitu soal penulisan gelar.

“Tidaklah benar, kami menjabat sebagai mustasyar atau penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melainkan kami menjabat Rois Syuriyah PBNU,” tegas Najib.

Selain meminta JPNN meralat berita yang telah beredar sebelumnya, Najib mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kekeliruan tersebut kepada sejumlah pihak yang berkepentingan.

“Bersamaan dikirimkannya tuntutan ralat ini, kami telah menindaklanjuti dengan menyampaikan klarifikasi kepada pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan kekeliruan ini sebagaimana di atas,” tukasnya.