Lalu Muhamad Zohri Tak Bolehkan Rumah Keluarganya Diubah, Asal…


SURATKABAR.ID Lalu Muhammad Zohri, sang juara dunia lari 100 meter putra U-20, kehidupannya serba pas-pasan. Dari kecil ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah rumah kecil dan sederhana di Dusun Karang Pangsor, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

“Iya, sampai sekarang kondisi rumah masih sama,” ungkap kakak Zohri, Fazilah, Kamis (12/7/ 2018), dilansir Tempo.co.

Menurut Fazilah, Dusun Karang Pangsor merupakan bagian dari Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Di sinilah kampung halaman Zohri. Rumahnya berdinding kayu dan bambu. Terlihat kusam. Nyaris tidak ada warna cat yang melekat. Dua batang kayu penyangga atap asbes tampak lusuh.

Namun,  Zohri berharap rumah masa kecilnya tidak diubah namun dibolehkan untuk direnovasi.

Baca Juga: Aktual! Sabet Gelar Juara Dunia Lari 100 Meter, Ini Hadiah yang Dikirimkan Mendagri untuk Lalu Zohri

“Kami sudah sepakat tak akan mengubah rumah peninggalan orang tua kami. Rumah ini memiliki sejarah yang tak akan terlupakan. Kami minta diperbaiki, dinding-dinding rumah yang lapuk diganti dengan papan-papan baru,” ujar Fazila.

“Biarkan sudah menjadi kenangan masa-masa sulit adik saya…Kami sempat bicara dan kita sepakati ini rumah tetap berdiri dengan bantuan renovasi, tanpa mengubah bentuk dan ukurannya,” sambungnya.

Warga sepakat akan membantu proses renovasi rumah Zohri yang kian hari kian ramai dikunjungi. Bahkan sejumlah orang datang khusus untuk berfoto diri (selfie) dengan latar belakang rumah sederhana Zohri.

Diberitakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan hadiah sebuah rumah untuk Lalu Muhammad Zohri. Hadiah rumah itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemenangan Zohri di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia.

Tjahjo menerangkan hadiah rumah yang diberikan Kemendagri itu dekat dengan rumah yang selama ini ditinggali Zohri. Tjahjo mengatakan hadiah itu akan diberikan setelah Zohri tiba di Tanah Air.