Menarik! Malang Capai 13 Derajat, Ini Gaya Kekinian Kaum Milenial Atasi Hawa Dingin. Kamu Banget?


SURATKABAR.ID – Selama beberapa hari belakangan ini, warga Malang, Jawa Timur diserang cuaca yang menggigit. Ya, kota wisata satu ini memang dikenal memiliki hawa sejuk. Namun baru-baru ini saja suhu menyentuh titik terendah, di bawah 15 derajat Celsius menurut aplikasi Accu Weather.

Leli (28), salah seorang warga pendatang Kota Malang, seperti yang dilansir dari laman Jawapos.com, pada Jumat (6/7/2018), mengaku kondisi cuaca saat ini merupakan suhu paling dingin yang menyelimuti Kota Bunga selama dua tahun terakhir.

Tahun lalu, menurut wanita asal Solo, Jawa Tengah tersebut, data di Accu Weather menunjukkan 16 derajat Celsius untuk suhu di Kota malang. Sedangkan sudah sejak beberapa hari terakhir, suhu tercatat 13 derajat.

Hal tersebut tentu saja membawa sedikit perubahan dalam heseharian sejumlah warga Malang. Leli sendiri, mengaku bahwa dirinya sampai terpaksa mandi air hangat untuk menangkal hawa dingin. Bahkan meski waktu sudah beranjak siang.

“Biasanya kalau sudah siang, mandinya pakai air dingin, dong. Tadi pakai air hangat. Nggak kuat sama hawanya,” celetuk wanita penggemar berat minuman berkafein ini, seperti yang dikutip dari laman JawaPos.com.

Baca Juga: Diselimuti Embun Salju, Begini Penampakan Dataran Tinggi Dieng Saat Pagi Hari

Untuk beraktivitas sehari-hari, Leli sampai harus berpenampilan a la wanita di negara 4 musim. Namun sayang, meski berbalut jaket tebal dengan aksen bulu-bulu, trik tersebut tak cukup ampuh menghalau dingin. “Pake jaket musim dingin, tetep aja semriwing,” akunya sambil tertawa.

Lain lagi dengan Belinda Ameliyah (33). Fashion designer asal Kota Malang ini mengaku akibat deraan hawa dingin, ia sampai menderita sakit tulang belakang. “Di kamar kan, AC maksimal 16 derajat Celsius. Nah, ini 13 derajat. Sampai sakit tilang aku,” tutur wanita bertubuh mungil tersebut.

Tak perlu takut salah kostum lagi

Namun demikian, ia mensyukuri datangnya hawa dingin tahun ini. Pasalnya, dengan cuaca seperti ini membawa keuntungan tersendiri untuknya. Desaigner khusus busana Muslim ini mengaku, ia jadi dapat kesempatan mengenakan pakaian Winter tanpa takut dicibir.

Tak lagi takut diejek salah kostum, ia kini bisa pergi ke mal dengan balutan busana musim dingin yang dipadukan boots. Selain bisa mencoba gaya penampilan berbeda, momen ini dimanfaatkan anggota Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk mempromosikan koleksi teranyarnya.

“Baju desain saya kan, kebanyakan FallWinter. Jadi ini bukan aku untuk promo,” ujarnya lembut sembari memamerkan senyum manis.

Kebiasaan baru juga dilakukan warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Christo Richardson (30). Berdalih hawa dingin menyelimuti Kota Malang, pria berdarah Manado ini jadi rutin minum kopi panas di pagi hari dan bangun lebih siang. “Biasanya nggak pernah, karena cuaca dingin jadi minum kopi,” jelasnya.

Kopi jadi teman wajib setiap pagi

Jauh berbeda dengan kebanyakan warga yang beralih menggunakan air hangat untuk mandi atau bangun lebih siang dari biasanya, Dendy (30), warga Singosari, Kabupaten malang justru memilih teguh pada kebiasaan sebelumnya. Bangun pagi dan mandi dengan air dingin.

Meski untuk mandi, Dendy harus menghabiskan waktu cukup lama sebelum mengguyurkan air dingin di tengah suhu dingin ke sekujur tubuhnya. “Sambil ngumpulin niat mandi, makanya lama,” jelas pengusaha rental mobil yang mengaku ogah keluar malam jika tidak terpaksa.