Tegas! Bertemu Fadli Zon, PA 212 Layangkan 8 Tuntunan


SURATKABAR.ID – Persaudaraan Alumni (PA) 212 melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Fadli ZOn di Gedung DPR, Rabu (16/5/2018).

Dalam pertemuan tersebut, PA 212 memperkenalkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PA 212. Selain itu, mereka juga melayangkan sejumlah tuntutan kepada DPR mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyampaikan 8 poin tuntunan kepada Faldi dalam pertemuan itu. Salah satunya adalah soal kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Pertama, DPP PA 212 mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob,” ujar Slamet, dilansir cnnindonesia.com.

Baca juga: Terkait RUU Terorisme, Pansus Sebut Tak Ada Fraksi DPR yang Menolak

Kedua, PA 212 meminta agar DPR mendesak pemerintah untuk menutup Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, serta meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Palestina.

Ketiga, meminta DPR mengevaluasi, mengkaji, dan bila perlu membatalkan Revisi Undang-Undang dan Perppu Terorisme.

Keempat, meminta DPR memanggil Kapolri Tito Karnavian dan meminta penjelasan terkait serangan-serangan teror uang berdampak negatif terhadap citra Islam.

Kelima, PA 212 meminta agar DPR mengajak seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali untuk berhenti mengintimidasi umat Islam berkaitan dengan penyebaran informasi negatif yang menggunakan simbol-simbol Islam, misalnya cadar dan janggut.

Selanjutnya, PA 212 meminta agar DPR mengajak masyarakat, khususnya umat Islam untuk memboikot produk-produk asal Israel dan Amerika Serikat.

Ketujuh, meminta DPR mendesak pemerintah agar menghentikan segala bentuk kriminalisasi ulama dan aktivis Islam.

Terakhir, PA 212 mendesak agar Parati Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB) agar segera mendeklarasikan diri sebagai koalisi permanen menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Berkas berisi delapan tuntutan PA 212 terhadap DPR tersebut diserahkan oleh Slamet kepada Fadli dalam pertemuan yang digelar di gedung Nusantara III itu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler

Loading...

Berita sebelumyaTewas Ditabrak Teroris di Riau, Ini Pesan Terakhir Ipda Auzar untuk Wakapolri
Berita berikutnyaNgetweet Soal JKT48 di akun Jokowi, Admin Twitter Presiden Dipecat