Merasa Tak Sanggup, Sandiaga Serahkan Pembangunan Stadion untuk Persija ke Pihak Swasta


SURATKABAR.ID – Selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyatakan pihaknya tak sanggup membangun stadion bagi Persija. Oleh karena itu, pihak Pemprov DKI memutuskan menawarkan pembangunan dan pengelolaan stadion kepada pihak swasta—dengan cara kemitraan.

“Kami sudah putuskan (pembangunan stadion) ini adalah kemitraan. Pemerintah menyediakan lahan, kami menawarkan swasta membangun, dan kami akan buka proses bidding (lelang). Begitu selesai, harapan kami bulan kedua selesai, dan bisa diperlihatkan kepada calon investor,” ujar Sandiaga di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (02/02/2018). Demikian seperti dilansir dari reportase Kompas.com, Sabtu (03/02/2018).

Sandiaga menambahkan, hingga saat ini sudah ada tujuh investor yang datang mengungkapkan minatnya membangun stadion. Nantinya, investor yang berminat akan mengikuti proses lelang.

Menurut pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969 ini, pembangunan infrastruktur harus bermitra dengan swasta. Pasalnya, jika pembangunan stadion menggunakan APBD, maka akan mengurangi anggaran pelayanan dasar ke warga.

Baca juga: Kisah Taksi Online yang Gunakan “Tuyul” untuk Raup Keuntungan, Seperti Apa?

Sebagai contoh, sambung Sandiaga, adalah pembangunan velodrome dan equestrian yang membutuhkan Rp 30-40 miliar per tahun untuk perawatannya. Biaya ini dianggap membebani APBD.

“Kami enggak mampu, anggaran terbatas. Kami perlukan (APBD) untuk pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Jadi, kalau misalnya swasta yang mengelola lebih memiliki kemampuan mengelola infrastruktur yang lebih baik,” tukasnya dengan blak-blakan.

Harus Ada Rp 1,3 Triliun

Menyoal pernyataan Sandiaga di hadapan perwakilan Jakmania ini, I Gede Widiade selaku Direktur Persija meminta pengertian Jakmania yang sebelumnya meminta dibangunkan stadion sejak lama.

“Berarti kalau terpaksa memenuhi keinginan Jakmania membangun, harus ada (anggaran) Rp 1,3 triliun yang disisihkan,” tutur I Gede Widiade. Demikian seperti dikutip dari liputan Indowarta.com,

Nantinya, Gede meminta agar pemerintah membuka nama-nama investornya ke publik saat proses lelang.

Di samping itu, Sandiaga yang pada tahun 2011 pernah termasuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dan menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta dalam rilisan Majalah Forbes ini juga mengatakan akan tetap menepati janjinya.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Inilah Jejak Sejarah Operasional Becak Ibu Kota Sejak 1936 Hingga Kini

Sandiaga akan tetap mengawal janji pembangunan stadion untuk Persija yang diucapkan oleh Anies Baswedan dan dirinya saat masa kampanye dulu. Seperti diketahui, saat itu, pasangan ini mengatakan akan membangun stadion setelah keduanya resmi dilantik menjadi petahana.