Begini Kecewanya Menteri Tjahjo Kumolo, Setelah KPK ‘Obok-Obok’ Kota Malang



SURATKABAR.ID Kota Malang sedang dibuat geger, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‘mengobok –obok’ wilayah yang akhir – akhir ini sering dikunjungi Presiden Joko Widodo tersebut.

Rupanya hal ini juga mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia mengaku kecewa dan menyesal atas kejadian ini.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Tjahjo Kumolo mengaku malu dan kecewa setelah kantor Wali Kota Malang digeledah oleh KPK. Pasalnya baru – baru ini, Kota Pendidikan tersebut baru saja jadi tuan rumah rapat koordinasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), yang kala itu juga dihadiri sejumlah pimpinan komisi anti rasuah tersebut.

“Sudah saya puji-puji, ibu Basaria (Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan) puji-puji Kota Malang hebat dan lain-lain. Eh, sekarang belum dua minggu (rakor), kantor Wali Kota digerebek KPK,” ujar Tjahjo sembari menggelengkan kepala di kantornya Jakarta Pusat, Kamis 10 Agustus 2017.

Baca juga: Dua Bulan “Pesta” di Kawasan Songgoriti Malang, Puluhan Pria Gay Diamankan

Politisi dari PDI Perjuangan itu menjelaskan, bahwa Basaria juga memuji dan memberikan apresiasi pada tata kelola pemerintahan di sana. Namun nyata nya pujian dari KPK tersebut, ternyata tidaj membuktikan Pemkot Malang bersih dari berbagai kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Seperti diketahui, tengah pecan ini KPK menggelar penggeledahan di berbagai tempat di Kota Malang. Selain kantor Wali Kota, KPK mencari barang bukti di kantor DPRD,  dan juga rumah Wali Kota Malang Moch. Anton.

Sejumlah barang bukti pun diamankan, seperti berkas – berkas dan juga handphone.

Atas peemriksaan KPK pun untuk sementara menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan kasus suap proyek. Mereka adalah MAW yang juga Ketua DPRD Kota Malang dari PDIP,  JES mantan Kepala Dinas PU Kota Malang, serta seorang kontraktor swasta.

Baca juga: Dituduh Komunis, Baliho Organisasi Mantan Wali Kota Malang Dibeginikan

Juru Bicara  KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa lembaga tempatnya bekerja masih akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif, dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

“Kegiatan di lapangan masih dilakukan. Informasi yang lebih spesifik, terkait dengan nama para tersangka dan kasusnya belum dapat kami ungkapkan. Namun, dalam waktu dekat tentu akan diinformasikan pada publik,” imbuh Febri.

Diketahui, penggeledahan dilakukan pada Rabu 9 Agustus 2017 sejak pukul 09.00 WIB. Penyidik menyisir ruang kerja Wali Kota Malang Mochamad Anton. Penyidik mengambil beberapa dokumen dan menyegel ruangan di kantor tersebut.

Saat ini KPK berencana akan memeriksa 23 anggota dewan Kota Malang pada hari Senin hingga Rabu pekan depan. Belum diketahui pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus yang menjerat MAW atau kasus yang berbeda.

 

Komentar

komentar


Terpopuler