Polisi Minta Novel Baswedan Beri Bukti Keterlibatan Jenderal Polri



SURATKABAR.IDBrigadir Jenderal Rikwanto selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri mengharapkan, Novel Baswedan secepatnya terbuka dalam proses hukum dirinya yang katanya melibatkan oknum kepolisian berpangkat Jendral.

Seperti yang diwartakan oleh cnnindonesia.com pada kamis (3/8/2017), Riwanto mengatakan keterangan novel sangat dibutuhkan untuk terbuka secara keseluruhan untuk kepentingan penyelidikan.

“Kalau itu rumor, kami akan lidik. Tapi kalau itu sudah fakta hukum dan ada alat buktinya, kami akan lakukan penyidikan,” kata Rikwanto.

Riwanto menambahkan, penyidik kepolisian akan mengajak perwakilan dari KPK untuk mendapingi Novel dari kasus ini. Jendral riwanto juga berharap Novel mampu memberikan bukti-bukti yang dapat dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) sehingga penyidik dapat dilakukan penyidikan setelah pertemuan ketiga itu.

Sementara itu, dikonfirmasi juga dari Riwanto bahwa Polri akan menggandeng kepolisian Australia untuk menuntaskan satu sketsa wajah yang terduga pelaku penyerangan Novel.

Dipilihnya Australia karena Negara tersebut memiliki peralatan canggih dalam membuat sketsa sesuai deskripsi para saksi. Polri berharap, tingkat kemiripan wajah terduga pelaku akan mendekati sempurna berkat kerja sama ini.

Baca Juga: Bela Jokowi, Ruhut Lontarkan Sindiran Keras ke SBY

Kejadian kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK ini terjadi pada saat Novel usai salat Subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (11/4/2017). Setelah empat bulan, belum juga terungkap siapa pelaku penyiraman air keras tersebut.

Menyikapi hal itu, Presiden Jokowi memanggil Kapolri Jendral Tito Karnavia. Dilansir dari cnnindoensia.com, presiden meminta Kapolri untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa penyidik KPK tersebut.

Tito pun telah merespon dengan meberikan kepada publik ciri-ciri terduga pelaku penyerangan. Dari saksi tetangga Novel, ia melihat sosok mencurigakan lima menit sebelum kejadian tersebut.


BAGIKAN

Berita sebelumyaMenabung Puluhan Tahun, Nenek Paini Akhirnya Bisa Naik Haji
Berita berikutnyaFadli Zon Yakin Prabowo Dapat Menang Pilpres 2019, Ini Alasannya

Komentar

komentar


Terbaru

Fahri Hamzah Ngantor Di DPR Pakai ‘Seragam’ Gerindra, Ternyata Begini Respon Fadli Zon

SURATKABAR.ID - Entah jadi sinyal atau sekedar kebetulan, tapi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah disebut sudah seperti kader Partai Gerindra.Fahri sendiri saat ini...

Politikus PDIP Kompak Menolak, Kenapa Jokowi Malah Dukung Nobar Film G30S/PKI?

SURATKABAR.ID - Instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan nonton bareng atau pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI memang meimbulkan polemik. Meski begitu, Presiden Joko Widodo...

Panglima TNI Sebut Akan ada 5 Ribu Senjata Masuk Secara Ilegal, Anggota DPR Singgung...

SURATKABAR.ID - Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai masuknya 5 ribu senjata ilegal ditanggapi serius oleh sejumlah pihak. Diantaranya adalah Wakil Ketua Umum...

Pemutaran Film G30S/PKI Bisa Jadi Pisau Bermata Dua untuk Gatot Nurmantyo

SURATKABAR.ID – Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika menyebutkan jika instruksi pemutaran film penumpasan Pengkianatan G30S/PKI merupakan pisau bermata dua bagi popularitas dan elektabilitas...

Pernah Menjabat 2 Kali Ikuti Jejak Ayahnya, Inilah Wali Kota Cilegon TB Iman Ariyadi...

SURATKABAR.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Sabtu (23/9/2017) dini hari tadi, Wali Kota Cilegon, Tubagus...

Soal Film G30S/PKI, Try Sutrisno Beri Pesan ke Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Ramainya perbincangan publik mengenai polemik pemutaran film penghiatan G30S/PKI yang telah diintruksikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan komentar dari Mantan...

Jokowi Ingin Ada Film G30S/PKI Versi Baru, Begini Jawaban Tegas Panglima TNI

SURATKABAR.ID - Rencana nonton bareng film G30S/PKI menjadi sorotan akhir-akhir ini. Beberapa pihak memberikan dukungan, sementara yang lain menolak dengan alasan tak sesuai dengan...