Ternyata Jaksa Tak Tuntut Ahok dengan Pasal Penistaan Agama


SURATKABAR.ID – Jaksa penuntut umum (JPU) kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menetapkan penuntutan terhadap AHok.

Namun, pihak jaksa tak menggunakan Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum tentang penistaan agama. Hal ini dilakukan karena Ahok dinilai tak memenuhi unsur niat dalam pasal tersebut.

“Mengingat pasal kesengajaan dalam pasal 156a adalah memusuhi dan menghina agama, pembuktian terhadap pasal 156a tak dapat/tepat diterapkan dalam kasus,” kata salah seorang jaksa ketika membacarakan berkas tuntutan, Kamis (20/4/2017), dilansir tempo.co.

Keputusan yang diambil jaksa ini berdasarkan sejumlah fakta persidangan. Salah satunya mengenai pengalaman Ahok dalam Pilkada Bangka Belitung 2007 silam. Dalam pilkada tersebut, Ahok kalah karena ada pihak yang menggunakan Surat Al Maidah 51 sebagai senjata untuk melawan Ahok.

Baca juga: Arifin Ilham Sebut Kemenangan Anies adalah Ujian

Hal tersebut juga ditakutkan Ahok ketika dirinya maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Berdasarkan alasan ini, jaksa menganggap bahwa perkataan Ahok di Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu tidak memiliki niat menghina agama.

“Dapat disimpulkan dari rangkaian perbuatan terdakwa ikut pilkada di Bangka Belitung pada 2007 sampai pilkada DKI Jakarta 2017-2022, terlihat bahwa niat terdakwa adalah lebih ditujukan kepada orang lain atau elite politik dalam konteks pilkada,” ujar jaksa.

Karena Ahok dinilai tak memenuhi unsur yang tercantum dalam Pasal 156a, jaksa memutuskan untuk menggunakan pasal alternatif, yakni Pasal 156 KUHP.

“Barang siapa di muka umum menyatakan pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,” bunyi pasal tersebut.

Pasal 156 KUHP ini dianggap paling tepat untuk menuntut Ahok atas perkataannya yang dianggap menista agama Islam. Jaksa menuntut, Ahok dihukum satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler

Loading...

Berita sebelumyaFitur Baru dari Facebook Buat Messenger Bukan Hanya Aplikasi untuk Chatting
Berita berikutnyaGeger! Jadi Korban Kecelakaan, Siswa SD Malah Jadi Terdakwa