Masyarakat Yaman Punya Tradisi Minum Air Seni Unta, Apa Khasiatnya?


SURATKABAR.ID – Peribahasa mengatakan, “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Setiap tempat tentu punya adat istiadat, tradisi dan kebiasaan tertentu yang berbeda-beda. Bahkan tak jarang, kebiasaan tersebut terbilang unik bahkan aneh dipandang oleh orang dari tempat lain.

Setiap tradisi yang berasal dari dalam maupun luar negeri memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing, seperti salah satu tradisi masyarakat Yaman yang suka meminum air seni unta.

Dilansir dari Kumparan.com, Senin (05/11/2018), kendati prosesi dan tata cara pelaksanaannya banyak yang mengundang kontroversi, namun tradisi ini tak pernah bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Pasalnya, meminum air seni unta ini termasuk salah satu bentuk kearifan lokal, dengan tujuan mulianya tersendiri.

Rupanya, masyarakat Yaman minum air seni unta demi menyembuhkan penyakit dan menjaga kesehatan. Penduduknya melakukan tradisi turun-temurun ini sejak lama. Mereka percaya air kencing hewan yang kerap didentikkan dengan padang pasir itu berkhasiat baik bagi kesehatan.

Menenggak urinenya, bagi masyarakat di Semenanjung Arab, diyakini dapat mengobati penyakit pada pria dan membuat tubuh sehat serta bugar.

Baca juga: Tradisi Bayar Bangun, Cara Warga Kerinci Redakan Konflik dengan Harimau

Sementara bagi wanita, air seni unta dipercaya dapat mengatasi masalah pada rambut seperti kerontokan. Dengan mengonsumsi air seni unta, masyarakat Yaman percaya bahwa kulit kepala mereka akan lebih sehat, kerontokan berkurang, dan nantinya rambut mereka akan menjadi lebih indah, sehat dan mengkilap.

Hanya saja, ada perbedaan dalam cara mengonsumsinya. Bagi pria, mereka mesti menenggak air seni dari hewan berpunuk tersebut. Sedangkan wanita atau orang-orang yang membutuhkan khasiat urine ini pada rambutnya, mereka dapat menjadikannya sebagai tonic atau sampo—tanpa perlu diminum.

Dijadikan Resep Dokter

Yang menarik, lantaran praktik tradisi mengonsumsi air seni unta ini telah terjadi secara turun-temurun dan dianggap berkhasiat luar biasa. Tak jarang dokter di Yaman meresepkannya bagi para pasien.

Begitu juga dengan pihak salon yang berurusan dengan masalah rambut konsumennya. Beberapa dari mereka menggunakan air seni unta sebagai treatment alami untuk mengurangi rambur rontok para pelanggannya.

Obat Kanker dan Liver

Selain bisa mengobati penyakit pada pria dan mengurangi kerontokan rambut, air seni unta juga diyakini dapat mengobati kanker dan penyakit liver. Kabarnya, mengonsumsi air seni dan susu unta juga dapat mengobati proriasis atau peradangan menahun pada kulit.

Sayangnya, pendapat ini ternyata ditentang oleh Universitas Sanaa, universitas pertama di Yaman yang telah berdiri sejak 1970. Universitas Sanaa mengklaim bahwa air seni unta dapat membahayakan sistem pencernaan manusia.

Air Seni Unta Dijual

Namun di balik kepercayaan penduduk Arab khususnya Yaman pada tradisi ini, ternyata tradisi meminum air seni sapi ini sudah ada sejak dulu kala. Karena tradisi ini, para peternak unta nomaden yang hidup dengan berpindah-pindah dapat lebih mudah mendapatkan uang.

Dengan unta yang mereka bawa, mereka bisa menjual air seni ke setiap tempat yang mereka singgahi, asalkan tempat itu menjalankan tradisi mengonsumsi air seni unta. Pasalnya peternak unta biasanya berdomisili di daerah-daerah terpencil seperti Provinsi Hudeida dan Mukallah.

Meski diyakini memiliki berbagai macam khasiat bagi tubuh manusia dan ditawarkan sebagai salah satu ‘cara’ wisatawan mengalami kehidupan ala masyarakat lokal, ternyata secara ilmiah, statistik penelitian tentang urine unta ini masih jarang ditemukan. Sehingga wajar saja jika tradisi ini masih menjadi perdebatan dan tentunya menimbulkan kontroversi.

Imbauan WHO

Mengutip US News, WHO (World Health Organization) mengimbau agar praktik meminum air seni unta dihentikan. Menurut WHO, meminum air seni unta dapat meningkatkan peluang MERS (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).

Berdasarkan data dalam rilisan terakhir yang diterbitkan organisasi kesehatan dunia itu, terdapat sekitar 64 kasus penyakit di Korea Selatan yang berasal dari unta. Lima di antaranya bahkan dapat menyebabkan kematian.

WHO sebagai tindakan pencegahannya bahkan mendesak masyarakat untuk menghindari susu maupun urine unta sebagai bahan konsumsi. Lebih ekstrem lagi, masyarakat bahkan diimbau untuk menjauhi unta.

Saran WHO, setiap orang yang melakukan kontak fisik dengan hewan, terutama unta mesti membersihkan tubuh untuk meminimalisir potensi virus yang beredar. Contohnya dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh binatang serta menghindari hewan yang sakit.

Tradisi Unik Lainnya

Tradisi minum air seni unta di Yaman bukanlah tradisi pertama atau satu-satunya yang menuai kontroversi. Di lain negara, ada tradisi Grindadrap di Denmark yang melakukan pembantaian secara besar-besaran pada ikan lumba-lumba dan mengundang perhatian para pemerhati hewan.

Di Kenya, Afrika, Suku Pokot punya tradisi yang ditentang oleh UNICEF dan PBB karena dianggap melanggar hak kemanusiaan, yakni tradisi sunat wanita dengan tujuan menjaga kesetiaan mereka pada suaminya kelak sekaligus sebagai proses transisi menjadi wanita.

Bagaimana menurut Anda, ingin coba pengobatan dengan air seni unta yang jadi tradisi masyarakat Yaman?