Demokrat: Perasaan Terdalam Yenny Wahid Tidak Mendukung Jokowi


SURATKABAR.ID – Setelah sempat terdaftar dalam deretan nama tokoh yang akan mendukung paslon Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo-Sandiaga, akhirnya Yenny Wahid dan segenap keluarga Gus Dur mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Terkait hal ini, Partai Demokrat menanggapi. Menurut Wasekjen PD Andi Arief, dukungan Yenny tersebut dilakukan tidak sepenuh hati.

“Saya mendengarkan alasan Yenny Wahid mendukung capres. Alasannya, mencari pemimpin yang memenuhi basic need atau kebutuhan dasar. Artinya, mendukung capres yang tidak mercusuaris ala infrastruktur,” papar Wasekjen PD Andi Arief kepada awak media, Rabu (26/09/2018). Demikian dilansir dari laman Detik.com, Kamis (27/09/2018).

“Menurut saya, perasaan terdalam Yenny tidak mendukung Jokowi,” terka Wasekjen PD Andi Arief.

Diketahui, alasan Yenny mendukung Jokowi adalah karena ia dan Gusdurian mencari pemimpin yang dekat dengan masyarakat, pemimpin yang mau bergerak, serta pemimpin yang sederhana cara berpikirnya. Dengan tegas Yenny menandaskan bangsa ini harus dipenuhi hak kebutuhan dasarnya.

Sedangkan menurut Andi, pernyataan Yenny dan cara Jokowi bekerja justru tidak selaras. Oleh sebab itu, Andi mengungkap Yenny setengah hati mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga: Sandiaga Saksikan Jokowi Dapat Penghargaan Tokoh Pemerataan Pembangunan RI

“Jokowi secara prinsip tidak menganut pendekatan basic need. Dia secara tidak sadar menganut aliran efek tetesan ke bawah lewat pembangunan mercusuar infrastruktur. Kalau Yenny Wahid mendambakan pemimpin yang menganut basic need, bukan Jokowi menurut saya,” tutur Andi kemudian.

Sandiaga Hormati Keputusan Yenny

Sementara itu, Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengaku sangat menghormati keputusan Yenny Wahid yang telah mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang.

Menukil laporan CNNIndonesia.com, Sandi menuturkan dia dan Prabowo Subianto yakin keputusan yang diambil Yenny itu diambil berdasarkan pemikiran matang—setelah beberapa kali melakukan salat istikharah.

“Kami sangat hormati keputusan (Yenny Wahid). Saya dan Pak Prabowo sangat meyakini bahwa keputusan itu diambil matang-matang dan dilandasi dengan istikharah,” tukas Sandi ditemui di posko pemenangan, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Rabu (26/09/2018).

Kendati Yenny telah menentukan pilihannya dan akhirnya tak mendukung pasangan Prabowo-Sandi, pihaknya mengaku akan terus berkomitmen untuk menjalankan dan menjaga apa yang telah dititipkan oleh Shinta Wahid dan Yenny saat mereka bertemu beberapa waktu lalu.

“Soal menjaga keberagaman, merajut perdamaian, kebangsaan dan meningkatkan toleransi bagi bangsa ini dan yang terpenting memberi perhatian lebih kepada kaum perempuan. Kami komitmen,” imbuh Sandiaga.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.