Brutal! Cuma Karena Hal Sepele, Puluhan Murid TK Dikurung di Ruang Bawah Tanah


SURATKABAR.ID – Masyarakat luas tiba-tiba digegerkan dengan sebuah kabar bahwa salah satu sekolah telah melakukan tindakan brutal untuk menghukum murid-muridnya. Insiden tersebut terjadi di India dan menimpa sebanyak 50 bocah murid taman kanak-kanak (TK).

Dilansir dari laman Grid.ID, pada Rabu (11/7/2018), bocah-bocah malang berusia 2-5 tahun dari sebuah TK yang terletak di daerah Chandni Chowk, Delhi, India tersebut sengaja dikurung dan dikunci di dalam ruangan bawah tanah beberapa jam lamanya.

Alasan pihak sekolah melakukan hal yang tak lagi bisa ditoleransi tersebut membuat publik naik pitam. Pasalnya hanya dikarenakan satu hal sepele, yakni lantaran orangtua murid-murid tersebut diduga belum menyetorkan uang sekolah, pihak sekolah tega mengambil keputusan tak beradab seperti itu.

Insiden beraroma ‘kebrutalan’ di Sekolah Umum Rabea Girls terungkap ketika para orangtua murid datang ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka pada Senin (9/7), sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Gagal menemukan anak-anak, para orangtua mulai dilanda kepanikan.

Para orangtua murid dibuat semakin khawatir ketika mendengar kabar bahwa buah hati mereka dikurung dan dikunci dalam ruangan bawah tanah lantaran belum membayarkan uang sekolah. Namun yang mengejutkan, kebanyakan orangtua murid tegas mengaku bahwa mereka sudah memenuhi kewajiban membayar biaya sekolah.

Baca Juga: Kejam! Kesal, Seorang Guru Sengaja Tarik Kursi Murid TK Hingga Terpental dan Jatuh Terjengkang

Meski demikian, pihak manajemen sekolah tetap bersikeras mengatakan bahwa pihak sekolah belum menerima sepeser pun uang dari para orangtua murid. Bahkan dalam database, tidak ada catatan yang menyebutkan bahwa uang sekolah murid TK tersebut telah masuk.

Kericuhan besar akhirnya meledak ketika orangtua semakin ketakutan jika gadis-gadis kecil mereka mengalami hal tak terduga saat dikurung selama itu. Dan dengan penuh amarah, setelah menunggu beberapa saat namun tak juga ada perkembangan kasus, para orangtua pun bergegas membuat laporan di Kantor Polisi Hauz Khas.

Dengan melapor, mereka menaruh harapan besar kepolisian dapat mengambil tindakan tegas atas perbuatan tak berperikemanusiaan dari manajemen sekolah. Sayangnya, hingga berita diturunkan, para orangtua masih belum mendapatkan tanggapan dari pihak sekolah terkait insiden mengerikan tersebut.