Harga Telur Ayam Terus Melonjak. Peternak Katakan Penyebabnya Karena …


SURATKABAR.IDHarga telur ayam dalam negeri di Pasar Tradisional terus melambung usai Lebaran 2018. Harga telur naik Rp 1.000 dalam hitungan pekan.

Harga telur mengalami lonjakan yang cukup tajam. Sejak moment lebaran, harga telur sudah naik Rp 19 ribu/kg di tingkat peternak. Dan hari ini, naik hingga Rp 24 ribu/kg di peternak. Sementara harga di pasaran mencapai Rp 27 ribu/kg.

Informasi yang dihimpun detik.com dari beberapa peternak di Blitar, kenaikan harga pakan menjadi faktor dominan bagi naiknya harga telur.

Kenaikan harga pakan terjadi sejak awal 2018 lalu. Dan semakin naik seiring nilai tukar dolar yang menyentuh Rp 15 ribu.

“Harga pakan naik sekitar Rp 15 ribu/ zak. Awalnya, harga pakan Rp 340.500/zak. Sekarang menjadi Rp 355.500/ zak,” terang Suriono, seorang peternak ayam petelur di Desa Sumberasri, Nglegok, Rabu (11/7/2018).

Baca Juga: Setelah Bikin Resah, Pria Penyebar Isu Telur Palsu Akhirnya Minta Maaf

Dilansir dari Detik.com, Pengakuan senada juga disampaikan Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Blitar Sukarman. Menurutnya, kenaikan harga pakan jika dikonversi dengan produktivitas ayam, maka harga telur mengalami kenaikan sebesar Rp 300/kg.

“Hitungannya begini, per 1.000 ekor ayam itu butuh 120 kg pakan. Ini harga pakan naik sekitar Rp 100. Jadi kebutuhan pakan per hari itu sekitar Rp 12.000. Sementara ayam per periode itu bisa bertelur 42. Jadi ngitungnya Rp 12.000 dibagi 42 dapatnya kenaikan harga telur itu Rp 300/kg,” ungkapnya.

Kenaikan harga juga dikatakan pedagang di kota lain. Azis (16), mengaku kini menjual telur ayam pada harga Rp 28 ribu per kg.

“Ini sebelumnya Rp 25 ribu (per kg), terus naik perlahan jadi Rp 28 ribu (per kg). Ini naik soalnya ayamnya katanya susah bertelur,” terang dia.