Capai Dana Rp 9,58 Miliar untuk Tempat Sampah Jerman. Ini Penjelasan Dinas LH


SURATKABAR.ID Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta tahun ini membeli 2.640 unit tempat sampah dari Jerman dengan total anggaran Rp 9,581 miliar. Pemesanan tempat sampah beroda atau garbage bin ukuran 660 liter dilakukan di Jerman, bukan di dalam negeri.

Kepala Dinas LH DKI, Isnawa Adji, mengatakan tempat sampah atau garbage bin dibeli di Jerman.

Dinas LH memesan 2.640 garbage bin merek Weber dari Jerman. Perusahaan yang berlaku sebagai importir dalam pengadaan ini adalah PT Groen Indonesia yang berbasis di Surabaya.

Berdasarkan data Dinas LH, masing-masing garbage bin ini dibeli seharga Rp 3,5 juta, ditambah ongkos kirim dari Jerman sebesar Rp 79,2 juta, sehingga total dana yang dianggarkan dalam pengadaan ini sekitar Rp 9,581 miliar.

Baca Juga: Penjelasan DLH Jakarta Soal Tong Sampah Jerman yang Kini Ramai Dibahas

“Saya pastikan tidak ada mark-up. Kami diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan, inspektorat, dan mungkin juga KPK,” terang Isnawa, dikutip dari Tempo.co, Minggu (3/6/2018).

Isnawa menyebutkan garbage bin itu dijadwalkan tiba sekitar awal November tahun ini. Dinas LH pun telah meminta PT Groen Indonesia selaku importir untuk dapat menyediakan barang tersebut dalam rentang waktu 120 hari.

Hal tersebut, kata dia, tertuang dalam kontrak kerja yang telah ditandatangani sebelumnya.

Isnawa menjelaskan alasan pembelian tong sampah tersebut, saat ini pihaknya sedang memangkas tahapan pengumpulan sampah secara tradisional. Kini, untuk jalur pengumpulan sampah yang sudah dilalui truk sampah jenis compactor atau truk sampah tertutup yang dilengkapi mesin press sampah, maka lokasi-lokasi tersebut akan disediakan tong sampah 660 liter made in Jerman ini.

Warga di lokasi tersebut dapat meletakan sampah di tong sampah. Di sisi lain, ada juga jalur pengumpulan sampah yang masih menggunakan gerobak atau gerobak motor. Di jalur tersebut, tong sampah beroda 660 liter diletakkan di TPS.