Mengenal Opinium, Aplikasi Penguji Hoax Terbaru


SURATKABAR.ID – Sebuah inovasi terbaru telah dikeluarkan oleh Pemuda Jawa Timur (Jatim) yang bernaung di Yayasan Suluh Nagari. Inovasi tersebut diberi nama Opinium—berupa sebuah aplikasi yang mampu menguji sebuah kabar apakah tergolong bohong alias hoax atau bukan. Melalui aplikasi Opinium ini, suatu informasi dapat diuji kebenarannya melalui penilaian-penilaian masyarakat secara langsung.

“Jadi nanti melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mengemukakan pendapatnya terkait suatu informasi yang beredar. Itu bisa dilakukan dengan membeberkan fakta-fakta lapangan atau data empiris lainnya,” ungkap inisiator Opinium, M. Hasanudin di Surabaya, Senin (30/04/2018). Demikian seperti dikutip dari reportase JawaPos.com, Rabu (02/05/2018).

Melalui Opinium, masyarakat diharapkan bisa terlibat aktif dalam memerangi kabar hoax agar mereka tidak semakin terjebak di dalam era post-truth.

“Karena kalau dibiarkan, perkara hoax bisa akan semakin meresahkan. Itulah dasar pemikiran dari aplikasi ini,” tandas Hasanudin.

Kehadiran aplikasi ini praktis menuai apresiasi dari Gubernur Jatim Soekarwo. Pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu menyebutkan, Opinium merupakan sebuah masterpiece yang sangat bermanfaat.

Baca juga: Hati-hati! Pendiri Google Ingatkan Masyarakat Tentang Sisi Buruk Artificial Intelligence

“Ini (Opinium) sangat luar biasa,” pujinya.

Pakde Karwo menambahkan, peran serta masyarakat sangat berarti untuk memerangi hoax. Terutama keaktifan para generasi muda. Dia meyakini bila anak-anak muda aktif melawan hoax, hal tersebut akan memberikan efek positif bagi pembangunan negara. Itulah sebabnya, Pakde Karwo mengapresiasi dan siap mendukung kehadirian Opinium.

“Akan sangat salah kalau pemerintah tidak bisa mengakomodasi ini,” ungkap Gubernur Jatim dua periode tersebut.

Secara terpisah, Suko Widodo selaku Ketua Yayasan Suluh Nagari menyampaikan, aplikasi tersebut akan dihibahkan kepada publik melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

“Nanti pada momen perayaan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, secara simbolis akan kami serahkan,” imbuh Suko.

Suko menyebutkan, memang sudah sepatutnya negara mengapresiasi karya anak bangsa. Terlebih, mereka yang tidak hanya mementingkan egonya sendiri. Namun juga memikirkan kemajuan bangsa.

“Apalagi ini temuannya kelas dunia dan bermanfaat nyata bagi masyarakat,” tandas Suko Widodo menegaskan.