Tak Terima Dituding Nista Agama, Politisi PSI Guntur Romli Laporkan Balik Damai Hari Lubis  


SURATKABAR.ID – Guntur Romli selaku Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan balik Damai Hari Lubis dan Amirullah Hidayat ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik. Dua anggota Komunitas Relawan Sadar (Korsa) itu telah lebih dulu melaporkan Guntur Romli ke Bareskrim Polri pada Senin siang atas cuitan Romli di Twitter pada tahun 2010 lalu.

“Hari ini saya melaporkan mereka balik atas pencemaran nama baik,” kata Guntur Romli di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin petang (23/04/2018). Demikian sebagaimana dilansir dari laman Tempo.co, Selasa (24/04/2018).

Sebelumnya, Korsa yang diwakili Damai Hari dan Amirullah melaporkan Guntur ke Bareskrim Mabes Polri dalam kasus dugaan penistaan agama pada Senin siang. Lubis mempersoalkan cuitan di akun Twitter milik Guntur pada 2010. Twit itu menyatakan “Al-quran bukan kitab suci”, dan “Muhammad bukan manusia suci”.

Sementara itu, Guntur Romli membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa kicauan lewat media sosial yang dituduhkan kepadanya adalah hoax. Dia juga sudah memberikan klarifikasi melalui Facebook bahwa kicauan pada April 2010 bukan berasal dari dia.

“Saya korban hoaks. Mereka menuduh saya melakukan penodaan agama,” ujar Guntur. Kader PSI itu pun menilai pelaporan terhadapnya kali ini merupakan motif politik.

Baca juga: Damai Hari Lubis Laporkan Cuitan Guntur Romli Soal Alquran ke Polisi

Korsa menilai ucapannya tersebut kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berangkat dari keresahan itu, pihaknya pun melaporkan Guntur Romli ke polisi.

Baru Mengetahui

Lebih lanjut, melansir laporan Tirto.ID, Damai Lubis mengatakan bahwa cuitan Romli memang dilakukan pada tahun 2010 atau sekitar 8 tahun silam. Dan ia mengaku baru melapor karena mengaku baru mengetahuinya minggu ini.

“Kami baru tahu minggu ini. Kami minta, akhirnya dapat [buktinya] dari teman kami dan dapatlah dari media dikumpulkan, kami laporkan hari ini,” tandas Damai Lubis di Bareskrim.

Menurutnya, laporan kepada pihak kepolisian adalah cara terbaik agar Guntur mendapatkan efek jera sesuai perbuatannya.

“Saya laporkan justru untuk mencegah tidak ada masyarakat yang tersinggung main hakim sendiri,” tegasnya.

“Sebelumnya kan dulu [Guntur Romli] kabarnya pernah dipukulin massa. Nah ini jangan sampai kedua kalinya bukan dipukuli tapi malah mati diamuk massa. Jadi jangan sampai.” pungkas Damai.

Guntur dilaporkan dengan nomor laporan: LP/543/IV/2018/Bareskrim atas dugaan penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156a KUHP dan atau dikenakan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tak terima namanya dilaporkan ke Polisi, Mohamad Guntur Romli berencana melaporkan balik Damai Hari Lubis ke Bareskrim Mabes Polri, pada Senin malam (23/04/2018).

Guntur akan melaporkan Damai Hari Lubis dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Saya bakal melaporkan balik nanti malam dengan pasal pencemaran nama baik. Untuk keterangan lebih lengkapnya nanti di kantor polisi,” tandas Guntur di Jakarta, Senin (23/04/2018).