Ketua PKS Senang Jokowi Sindir #2019GantiPresiden, Alasannya Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Gerakan #2019GantiPresiden yang menyerukan penggantian Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) lewat Pilpres 2019 mendapat sindiran langsung dari pihak yang bersangkutan. Namun, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang merupakan bagian dari gerakan itu malah reaksi Jokowi yang menyindir balik. Mengapa?

“Keren Pak Jokowi sudah kasih komen. Tanda gerakan ini jadi ‘sesuatu’,” tutur Mardani kepada wartawan, Sabtu (07/04/2018). Mardani lalu membandingkan gerakan #2019GantiPresiden dengan salam dua jari saat Pilpres 2014. Mardani menebak gerakan ini akan sesukses salam dua jari. Demikian seperti dikutip dari reportase Detik.com, Minggu (08/04/2018).

“Dulu saat pilpres juga dimulai dengan kaus dan salam dua jari. Kalau masyarakat merasa ada yang kurang dari pemerintah,” ungkap Mardani.

Efek Bola Salju

Selanjutnya, secara mengejutkan ia memprediksi bahwa gerakan yang turut diusungnya tersebut akan memberikan imbas yang signifikan—dimulai sedikit demi sedikit, namun seiring waktu akan terus terakumulasi hingga semakin membesar.

“Gerakan #2019GantiPresiden akan jadi bola salju,” tebak Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Baca juga: Ramai Gerakan #2019GantiPresiden, Ruhut Beri Komentar Menohok untuk PKS. Jleb!

Diketahui, Jokowi melontarkan sindirannya untuk gerakan #2019GantiPresiden saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu siang kemarin.

Sebagai reaksi, Jokowi mengatakan yang berhak mengganti presiden adalah rakyat. Tentu semua itu juga atas kehendak Allah SWT.

“Kalau rakyat berkehendak bisa, kalau rakyat nggak mau, bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah SWT,” tukasnya, yang disambut tepuk tangan relawan.

“Masak pakai kaus itu bisa ganti presiden? Nggak bisa,” lanjut Jokowi.

PKS: Jokowi Saja Santai

Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman juga ikut senang atas tanggapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang santai. Sebaliknya, ia justru heran atas respon pendukung atau relawan Jokowi yang menanggapinya secara berlebihan.

“Kenapa ada sebagian pendukung pak Jokowi yang merespon berlebihan? Pak Jokowi aja santai,” ujar Sohibul seusai menghadiri acara Pelatihan Perempuan Siaga Dasar (Latansa) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta pada Minggu (08/04/2018). Demikian dikutip dari laporan Tempo.co.

Menurut Sohibul yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini, gerakan #2019GantiPresiden sama dengan gerakan ‘Jokowi Dua Periode’ yang dilakukan oleh relawan-relawan Jokowi.

“Kenapa yang ini (#2019GantiPresiden) enggak boleh?,” sebutnya.

Sohibul melanjutkan, gerakan #2019GantiPresiden merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Hal ini juga bukan suatu kejahatan. Masyarakat justru menyambut positif dengan munculnya berbagai macam pernak-pernik seperti kaus dengan tulisan #2019GantiPresiden.

“Saya kira masyarakat denyutnya ingin perubahan,” lanjutnya kemudian.

Sebelumnya, gerakan #2019GantiPresiden menjadi viral setelah Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera mengenakan gelang bertuliskan kalimat itu dalam sebuah acara di televisi, seperti pada foto di atas.

Menurut penilaian Mardani, gerakan ini salah satunya juga dilakukan untuk mendidik masyarakat dalam berpolitik. Gerakan ini juga dianggap sebagai antitesis dari gerakan yang sudah bergulir, yakni Jokowi Dua Periode. Mardani menilai, bila ingin berjalan lebih baik, demokrasi perlu kompetisi.

Tanggapan dari Presiden Jokowi atas gerakan #2019GantiPresiden dikemukakan saat bertemu dengan relawannya di Bogor pada Sabtu (07/04/2018). Jokowi berpendapat, gerakan mencetak kaus seperti itu tak akan mampu mengganti presiden.

“Masak kaus bisa mengganti presiden?” imbuhnya.

Belakangan muncul dua tagar yang sangat populer di media sosial. Mana yang kamu pilih?

Posted by SuratKabar.ID on Tuesday, 3 April 2018