Empat Bom Meledak, 2 Orang jadi Korban. Gubernur Tawarkan Hadiah Uang Miliaran


SURATKABAR.ID – Maret 2018 menjelma menjadi waktu paling mengerikan dan kelam bagi seluruh warga kota Austin, Texas. Ledakan yang diduga berasal dari paket berisi bom lagi-lagi mengguncang Ibu Kota Texas, negara bagian Amerika Serikat pada Minggu (18/3).

Tragedi tersebut menjadi kali keempat bom telah mengguncang Ibu Kota Texas sejak awal bulan, di mana menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka. Namun tidak diketahui apakah bom terakhir berkaitan dengan tiga paket bom sebelumnya yang menewaskan dua orang serta melukai dua lainnya.

Kepolisian Austin, Austin Police Department (APD), dilansir dari laman CNNIndonesia.com, memberikan pernyataan tertulis melalui akun media sosial Twitter resminya pada Senin (19/3), waktu setempat. Diketahui dalam ledakan terakhir, dua pria menjadi korban luka.

Departemen Kepolisian Austin menanggapi Ledakan Bom di 4800 blok Dawn Song Dr. Dua pasien pria dilarikan dengan luka yang belum diketahui,” demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan APD melalui akun Twitter, seperti yang dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Senin (19/3/2018).

Sementara itu, dilaporkan oleh Austin-Travis County Emergency Management Services, dua orang pria yang diketahui berusia awal 20-an menjadi korban ledakan yang terjadi di barat daya Austin tersebut. Meski harus dilarikan ke rumah sakit, keduanya tidak mendapatkan luka serius yang mengancam jiwa.

Diwartakan TheGuardian.com, Senin (19/3/3018), belum ada laporan langsung mengenai apa penyebab ledakan tersebut. Namun teror berawal ketika sebuah paket bom meledak di sebuah rumah yang berada di Austin timur pada Jumat (2/3) lalu dan menewaskan Anthony House, 39 tahun.

Ledakan berikutnya menggemparkan Senin (12/3) dan menewaskan seorang remaja, Draylen Mason (17) dan melukai sang ibu, saat mencoba membuka paket di depan rumahnya. Tak berselang lama, bom kembali meledak dan melukai wanita berusia 75 tahun.

Motifnya serupa, sebuah paket mencurigakan ditinggalkan di depan teras rumah korban. Berbeda dengan tiga ledakan pertama, untuk insiden terakhir justru terjadi di lokasi yang cukup jauh dari tiga ledakan sebelumnya, yakni di daerah pinggiran kota yang terletak di bagian timur Austin.

Polisi mengambil tindakan dengan cara memblokir pintu masuk ke lokasi kejadian dan memasang pita kuning di radius setengah mil dari rumah tempat terjadinya ledakan keempat. Pihak berwenang juga menuntut agar seluruh warga sekitar tetap tinggal di dalam rumah mereka.

Usai ledakan terakhir, pihak berwenang meningkatkan hadiah sebesar $ 50.000 atau Rp 210.000.000 demi mendapatkan informasi penting untuk membongkar kasus tersebut. Dengan demikian, kini total hadiah yang ditawarkan mencapai $ 115.000 atau setara dengan angka Rp 1.650.000.000.

Kepala polisi Austin Brian Manley, mengungkapkan adanya kejahatan yang didasari atas kebencian dalam tiga pemboman sebelumnya. Namun pihak penyidik tak lantas mengenyampingkan kemungkinan motif lainnya di balik kasus ini.

Tak ingin berlama-lama membiarkan kasus menggantung dan menjadi bayangan menakutkan warga Austin, Manley mengerahkan lebih dari 500 petugas, termasuk di dalamnya agen terlatih dari FBI dan tak ketinggalan agen federal lain untuk menindaklanjuti tragedi tersebut.