Pengadilan Belgia Izinkan Siswi Muslimah Kenakan Jilbab


SURATKABAR.IDPada Jumat (23/02/2018), pengadilan di kota Tongeren, Belgia, memutuskan bahwa 14 gadis Muslim yang mengikuti sekolah negeri harus diizinkan untuk mengenakan jilbab di sekolah.

Hal ini diperbolehkan kendati ada larangan umum terkait jilbab dan penutup kepala di Sekolah Negeri Flemish di utara Belgia. Sebelumnya, Traktat Eropa mewajibkan negara Eropa mengizinkan warganya mempraktikkan agama mereka.

Diberitakan dalam laporan media Belgia, orang tua anak perempuan tersebut mengambil langkah hukum karena mereka tak setuju dengan larangan di kedua sekolah yang diikuti anak-anak perempuan mereka. Demikian dikutip dari reportase Republika.co.id, Minggu (25/02/2018).

Traktat Eropa dan HAM

Hakim Tongeren yang bertanggung jawab atas komunikasi dengan media, Ariane Braccio, menuturkan kepada jaringan VRT News Belgia bahwa dalam mencapai keputusannya, pengadilan mempertimbangkan ketentuan yang dibuat dalam Traktat Eropa mengenai Hak Asasi Manusia. Traktat itu mewajibkan semua negara Uni Eropa, termasuk Belgia, mengizinkan warganya untuk dengan kebebasan penuh mempraktekkan agama mereka.

“Pengecualian diperbolehkan jika ada masalah dengan segregasi atau tekanan yang diterapkan untuk mengubah keyakinan. Namun, bukan itu masalahnya di sini,” ujar Braccio, seperti dikutip dari Kuwait News Agency, Sabtu (24/02/2018).

Ia menyampaikan, lima dari 14 gadis tersebut sekarang berada di sekolah lain. Sementara yang lainnya kini bisa mengenakan jilbab di kelas, kecuali sekolah-sekolah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Sebelumnya, dilansir dari laman Islamedia.id, siswi muslim di sebuah sekolah Katolik di Belgia juga dikabarkan tidak diperkenankan menggunakan jilbab sejak medio 2015. Ia juga diwajibkan menggulung rok dan lengan panjang seragam mereka.

“Selama pelajaran matematika, guru mengatakan kepada saya kalau pakaian saya tidak sesuai di sekolah ini dan menyuruh menyimpan di masjid,” tutur salah satu siswi dalam laporan Onislam.net.

Kabar ini juga dilaporkan oleh Harian De Morgen yang mengatakan sekolah dasar dan sekolah menengah Ursulien Mechelen, Anterwerpen, Belgia saat itu memberlakukan aturan baru dalam seragamnya. Sekolah itu melarang siswa perempuan menggunakan jilbab dan perlengkapan agama lainnya.

Ada pun dari data yang dirilis Pew Research Center pada Oktober 2010 saja, diketahui muslim Belgia berjumlah 638 ribu orang dari total populasi sebesar 11,2 juta. Lebih dari 25 persen umat Muslim di Brussels berasal dari Turki, Maroko, Pakistan, Bangladesh dan beberapa negara Afrika.