Harga BBM Kembali Melonjak, Pertamina Jelaskan Alasannya

SURATKABAR.IDSejak Sabtu (24/2/2018), harga bahan bakar minyak (BBM) khusus milik PT Pertamina (Persero) naik.

Harga tersebut sesuai dengan yang diumumkan di website resmi milik Pertamina, Jumat (23/2/2018). Kenaikan harga tersebut khusus untuk pertamax series dan pertalite. Nominalnya mencapai Rp 300 per liter.

Kenaikan harga ini dijelaskan oleh pihak Pertamina mengacu pada Peraturan Presiden 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, dan Pasal 4 Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Penghitungan kenaikan harga tersebut juga berdasarkan acuan dari harga minyak dunia dan nilai kurs rupiah terhadap dolar. Jadi, kalau dalam waktu bersamaan harga minyak dunia naik dan rupiah melemah, maka harga jual BBM akan melonjak. Sementara jika harga minyak dunia turun tetapi rupiah melemah, harga jual BBM pun justru sulit untuk ikut turun.

“Menurut Keppres 191/2014 JBU ini memang tidak diatur oleh Pemerintah. Harga bisa naik atau turun berdasarkan harga pasar,” tutur VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, dikutip dari JawaPos.com, Miggu (25/2/2018).

Untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), kenaikan BBM berkisar Rp 300 per liter. Sementara di luar wilayah tersebut relatif berbeda-beda disesuaian dengan wilayahnya. Misalnya saja untuk BBM jenis pertalite yang sebelumnya Rp 7.600 menjadi Rp 7.900 per liter.

Jenis pertamax yang sebelumnya Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter. Sementara untuk Dexlite naik dari Rp 7.500 per liter menjadi Rp 8.100 per liter di wilayah Jamali. Untuk BBM jenis premium dan solar masih tetap sama, Rp 6.550 dan Rp 5.150 per liter.

BBM jenis premium dan solar ini akan diatur pemerintah selama tiga bulan sekali. “Yang naik jelas bahan bakar umum (JBU) yaitu pertamax series dan dex series,” kata Adiatma.

Sebelumnya menjelang akhir tahun 2017 kemarin, tepatnya Oktober 2017, BBM jenis pertamax series juga naik harga. Saat itu, harga minyak dunia berkisar di level 56 dollar AS per barrel seiring dengan pemangkasan produksi minyak di Arab Saudi sejak bulan November 2017.