Alasan Kenapa Media Sosial Buat Seseorang Merasa Percaya Diri Sekaligus Sengsara


© marketingland.com

SURATKABAR.ID – Platform seperti Facebook, Snapchat dan Instagram mampu membawa perasaan seseorang menjadi baik karena fitur-fitur di dalamnya dapat membuat seseorang menjadi senang atau bahagia. Bahkan melalui sosial media, seseorang mampu menaikkan kadar narsisme pribadi.

Tidak hanya itu saja, banyak pihak yang mengatakan bahwa hadirnya Instragram lengkap dengan filter di dalamnya mampu menaikkan rasa kepercayaan diri seseorang. Selain mengubah cara berkomunikasi, sosial media juga dapat secara radikal mempengaruhi identitas mereka sendiri pada saat-saat kritis dalam kehidupan.

Seperti yang diulas di Mashable.com (6/4/2017), banyak ilmuwan yang mengungkapkan bahwa melalui sosial media, seseorang yang pendiam sekalipun dapat ddigunakan untuk mengutarakan pendapat secara bebas sekaligus dapat mengurangi rasa kesepian.

Namun, menurut penelitian terbaru, ada kalanya justru penggunaan sosial media secara intens justru semakin membuat seseorang merasa terisolasi. Para penelliti mengungkapkan bahwa ada korelasi kecil tapi signifikan secara statistik antara penggunaan media sosial dengan gejala depresi pada remaja. Pasalnya di media sosial siapa saja dapat menemui banyak hal, mulai dari sesuatu yang dapat menghibur sampai dengan yang dapat membuat seseorang cemas.

Bukti paling sederhana adalah ketika salah satu postingan di salah satu jejaring sosial mendapatkan Like dari seseorang yang kita sayang, maka akan muncul perasaan bahagia, semangat, dan lain sebagainya. Dan sebaliknya, jika postingan tersebut tidak kunjung mendapatkan Like atau juga perhatian dari pihak lain, maka orang yang bersangkutan akan merasa seperti tersingkirkan dari komunitas atau sosial.

“Bagian dari menjadi manusia adalah tentu saja kemampuan kita untuk berkomunikasi secara verbal dan kami harus mencari tahu peluang bagi kaum muda untuk melakukannya di lingkungan yang aman di mana mereka tidak merasa seperti mereka akan dinilai,” ujar Dr. Elizabeth Miller, co-author dari American Journal of Preventive Medicine study dan professor pediatrics di University of Pittsburgh School of Medicine

Apalagi jika media sosial menciptakan atau memperburuk perasaan kesepian atau depresi, hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius, termasuk keinginan b***h diri.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAtalarik Syah Digugat Cerai, Tudingan Gay Kembali Mencuat
Berita berikutnyaPakar Medis Coba Lawan Sel Kanker Gunakan Sperma