Terungkap! Ternyata 5 Karya Seni Dunia nan Megah Ini Menyimpan Banyak Misteri


SURATKABAR.ID –  Tak banyak orang tahu bahwa karya-karya seni kelas dunia sesungguhnya mengandung banyak misteri. Rata-rata hanya segelintir orang yang mengetahui sejumlah arsitektur bangunan hingga karya seni klasik memiliki misteri yang belum terungkap.

Khusus bagi kamu yang mempunyai mimpi ingin atau bahkan pernah mengunjungi Menara Eiffel, pernahkah kamu perhatikan lebih dekat, ada sebuah ruang di puncak menara yang tak banyak diketahui orang? Untuk kamu yang tertarik dengan segala sesuatu berbau Egypt, pernahkah kamu perhatikan kejanggalan Sphinx sebagai patung tertua di dunia tersebut?

Melalui artikel ini, kamu akan temukan jawabannya di bawah ini, sebagaimana diwartakan dalam Brightside.me dalam Tribun Travel, Sabtu (18/3/2017). Let’s check this out, guys.

  1. Patung Liberty Memiliki Rantai yang Putus

Patung Liberty (sebutan lain dalam bahasa Inggris: Liberty Enlightening the World, bahasa Perancis: La Liberté éclairant le monde) ialah patung berukuran raksasa yang terletak di Pulau Liberty, di muara Sungai Hudson di New York Harbor, Amerika Serikat.

Baca juga: Inilah Tempat-Tempat Alternatif Selain Jepang untuk Nikmati Bunga Sakura

Menjadi simbol selamat datang untuk pengunjung, imigran dan orang Amerika yang  kembali dari rantaunya, patung ini dihadiahkan Perancis untuk Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Ikon kota ini diberikan untuk menghormati hari ulang tahun ke 100 dari Revolusi Amerika.

Banyak orang yang belum tahu, ternyata patung raksasa ini memiliki rantai pada bagian kaki yang terputus. Rantai pada kaki patung Liberty yang terputus itu melambangkan sebuah kebebasan, demokrasi, dan pencabutan perbudakan.

  1. Menara Eiffel Lantai Atas

Tak banyak yang tahu, ternyata di lantai atas Menara Eiffel yang memukau itu mempunyai sebuah apartemen di puncaknya. Perancang monumen paling terkenal asal Perancis, Gustave Eiffel, rupanya telah melengkapi Menara Eiffel dengan aparteman.

Tempat ini biasanya digunakan untuk beristirahat maupun menerima tamu. Pada sebuah kesempatan, Gustave Eiffel sempat melakukan percakapan panjang dengan Thomas Edison di tempat itu. Apartemen ini berisi dapur, kamar mandi, dua kamar tidur dan ruang tamu.

Dari sini tentu pemandangan akan terlihat lebih spektakuler. Kini tempat ini digunakan sebagai museum yang lengkap dengan patung lilin Eiffel dan Edison.

  1. The Isleworth Mona Lisa

Saat ini, sudah menjadi rahasia umum banyak para seniman yang melukis ulang lukisan Mona Lisa. Namun percaya atau pun tidak, ada sebuah lukisan salinan Mona Lisa yang dilukis sendiri oleh Leonardo da Vinci.

Yang menarik, lukisan ini memiliki prespektif cat dengan warna yang sedikit berbeda. Sedangkan pendapat lainnya dari para ahli, itu mungkin hanya sebuah lukisan versi sebelumnya karya da Vinci, yang tak diketahui sebabnya mengapa dilukis ulang.

  1. Gunung Rushmore

Selama pembangunan monumen terkenal ini, arsitek Gutzon Borglum ingin menciptakan Hall of Chronicles dalam tebing. Di dalam lubang ini rencananya akan ditulis catatan fundamental dan informasi mengenai sejarah Amerika Serikat.

Guna merealisasikan hal ini, digalilah sebuah lubang tepat dibelakang kepala Abraham Lincoln. Sayangnya, tak lama setelah ide ini muncul, Borglum meninggal sehingga rencana ini tak diselesaikan.

Kurang lebih 50 tahun setelah kematiannya pada tahun 1998, salinan dokumen penting dan memoar berbagai presiden ditempatkan di dalam hall yang belum selesai tersebut.

  1. Wajah Asli Sphinx

Sphinx Agung Giza tercatat sebagai patung tertua di dunia. Awalnya patung tersebut di cat dengan warna cerah. Namun kini hanya tersisa potongan-potongan dari satu telinga. Hidung dan bagian ‘jenggotnya’ bisa dilihat di museum Inggris dan Mesir.

Nama yang digunakan bagi masyarakat Mesir Kuno untuk menyebut patung ini sama sekali tidak diketahui. Nama sfinks” yang biasa kita gunakan diambil dari nama makhluk mitologi Yunani dengan tubuh seekor singa, kepala seorang wanita, dan sayap seekor elang, walaupun patung sfinks Mesir memiliki kepala laki-laki.

Kata Sphinx berasal dari bahasa Yunani, sphingo yang berarti mencekik, karena sfinks dari mitologi Yunani mencekik orang yang tidak dapat menjawab pertanyaan teka-tekinya.

Bagi beberapa orang, dipercayai bahwa nama ini merupakan perubahan kata dari bahasa Mesir kuno Shesep-ankh, sebuah nama yang diberikan kepada patung bangsawan pada Dinasti Keempat.

Pada tulisan-tulisan abad pertengahan, nama balhib dan bilhaw yang merujuk pada Sphinx dipergunakan, termasuk oleh sejarawan Mesir, Maqrizi, yang menyarankan penyusunan bahasa Koptik.

Baca juga: Menyibak Misteri Kematian Ibu Tien Sieharto, Benarkah Karena…

Tetapi istilah Arab-Mesir Abul-Hôl, yang diartikan sebagai “Bapak Teror,” lebih banyak digunakan. Meskipun diartikan sebagai “Bapak Teror”, sphinx merupakan salah satu kebudayaan modern di masanya, dan merupakan kawasan wisata yang diminati.

Terlepas dari misteri yang kerap diperdebatkan, beberapa ahli percaya bahwa Sphinx aslinya memiliki kepala singa dan wajah manusia yang diukir sedemikian rupa. Hal ini menjelaskan kontras besar antara bentuk proporsi tubuh raksasa yang tidak proporsional dengan kepalanya yang kecil.