Waduh! Twitter Akan Kunci Akun Orang-Orang Ini


SURATKABAR.ID – Tiap orang bebas mengeluarkan pendapat mereka di media sosial. Namun, agaknya kebebasan ini sering kali disalahgunakan oleh beberapa pihak dan menggunakannya untuk melontarkan kata-kata yang tidak pantas pada orang lain.

Orang biasa, selebriti, bahkan tokoh-tokoh berpengaruh pun tidak luput dari kata-kata menyakitkan yang dikirimkan langsung pada mereka di media sosial. Terlepas dari pantas atau tidaknya orang tersebut mendapatkan kata-kata yang menyakitkan, tapi tetap saja hal itu dirasa tidak pantas untuk dilakukan di depan publik walau hanya di dunia maya.

Dilansir dari The Verge, seorang developer bernama Victoria Fierce melontarkan kata-kata kasar pada wakil presiden Amerika Serikat, Mike Pence, melalui akun Twitternya. Perempuan ini merasa kesal pada Presiden Donald Trump mengenai keputusannya untuk menarik beberapa aturan perlindungan bagi LGBT yang telah dirumuskan pada saat pemerintahan Presiden Barack Obama. Fierce pun menumpahkan kekesalannya itu pada Pence.

“Per**tan kau,” tulis Fierce melalui akun Twitternya. “Aku ingin buang air, dan kau menempatkanku—yang merupakan warga negara Amerika Serikat ini—dalam bahaya yang disebabkan oleh saudara kulit putihmu yang punya kedudukan tinggi itu,”

Tidak sampai dua puluh empat jam setelah mengunggah tulisan tersebut, Fierce mendapatkan notifikasi pesan dari pihak Twitter. Dalam pesan tersebut, pihak Twitter menyatakan bahwa mereka telah medeteksi adanya kemungkinan “aktivitas yang bersifat kasar dan menyerang orang lain” pada akun milik Fierce.

Oleh sebab itu, pihak Twitter langsung mengunci akun Fierce, menonaktifkannya hingga dua belas jam ke depan. Selama itu pula, hanya pengikutnya saja yang bisa melihat tampilan “kicauan” pada akun Twitternya—yang juga berarti ia tidak bisa melobi sang wakil presiden.

Hal ini merupakan langkah pihak Twitter untuk menanggulangi serta mengurangi tindakan penyerangan dalam bentuk tulisan di dunia maya, utamanya dalam media sosial Twitter. Selain kata-kata kasar, pihak Twitter juga akan mengunci akun-akun yang mengunggah kata-kata kotor.

Pihak Twitter mengatakan bahwa jika mereka menemukan akun yang mengunggah kata-kata kotor atau kasar—dengan menggunakan kriteria tingkat keparahan yang enggan untuk dijabarkan oleh pihak mereka—maka pihak Twitter akan menyembunyikan “kicauan” akun tersebut dari khalayak umum kecuali pengikutnya hingga, biasanya, 12 jam ke depan untuk pelanggaran pertama.

Bagi orang-orang yang biasa dihujani hujatan di dunia maya, mungkin ini merupakan berita gembira. Namun, kemudian muncul pertanyaan apakah penguncian akun ini dilakukan bagi pemilik akun yang mengunggah kata-kata tidak sopan pada para tokoh masyarakat saja. Jika iya, lalu bagaimana dengan orang-orang biasa yang mendapatkan kata-kata yang tidak menyenangkan itu?

Seperti dilansir dari The Verge, melalui perwakilannya, pihak Twitter menjelaskan pada The Verge bahwa pihaknya tidak membedakan akun penggunanya, tidak peduli apakah itu akun seorang politikus atau pun orang biasa. Jika hanya satu “kicauan” saja yang diunggah, meski berisi kata kotor, pihak Twitter tidak akan mendeteksinya.

Namun, lain ceritanya jika akun tersebut sudah membuat sebuah “pola” unggahan yang bersifat kasar dan menyerang orang lain, maka pihak Twitter akan mendeteksinya dan langsung mengunci akun tersebut. Sayangnya, pihak Twitter enggan memberitahu “pola” bagaimana yang akan terdeteksi oleh mereka sebelum kemudian mereka kunci akunnya selama beberapa waktu. Pihak Twitter berharap dengan adanya hukuman semacam ini, tingkat “kicauan” yang bersifat kasar dan menyerang pihak tertentu akan berkurang.


SUMBERThe Verge
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaJaringan 5G Rilis Lebih Awal dari Prediksi Semula
Berita berikutnyaBripda Ismi, Sosok Pencuri Perhatian yang Bikin Netizen Gagal Fokus