Heboh Pengemis Bermobil dan Punya 3 Istri di Bogor, Pengakuan Menantunya Bikin Melongo


SURATKABAR.ID – Beberapa hari belakangan, jagad dunia maya tengah dihebohkan oleh keberadaan seorang bapak tua pengemis dari Kota Bogor yang bermobil. Rumor yang beredar mengatakan pengemis tersebut kaya dan bahkan memiliki tiga orang istri. Diketahui, bapak tua tersebut kerap berdiam di pangkalan bilangan Jalan Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, Jawa Barat. Pria itu lalu tertangkap kamera saat sedang berusaha menghindar dari kegiatan Satpol PP dan masuk ke sebuah mobil.

Menukil reportase Viva.co.id, Jumat (22/03/2019), pengakuan sang menantunya kini bikin melongo. Hal ini diketahui dari pemantauan awak media yang melakukan penelusuran fakta terkait bapak pengemis tersebut. Dengan mendatangi lokasi, diketahui bahwa Kakek tersebut bernama Suherman. atau biasa dipanggil Enur ini. Ia merupakan warga yang tinggal di Kampung Cisauk RT05/01, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Setiap harinya, kakek berusia 87 tahun ini mengemis dengan membuat iba para pengendara yang melihat kondisi fisiknya. Enur sudah tidak memiliki hidung. Bagian bolong ini diperlihatkannya, setiap mengetuk jendela mobil. Lembaran demi lembar Rupiah, dia terima dari uluran tangan yang keluar dari jendela.

Sepak terjang Enur terbongkar pada Selasa kemarin (19/03/2019). Satpol PP yang hendak menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK), tak secara sengaja memergokinya dan sempat mengabadikan foto.

Hari itu, Enur menjadi obrolan hampir di setiap media sosial. Dikabarkan, kakek ini kaya raya, memiliki armada angkutan umum, dan bahkan punya istri tiga. Media pun berbondong-bodong penasaran dengan sosok kakek ini.

Baca juga: Ketahuan Bawa Mobil Saat Dirazia, Ini 7 Fakta Soal Pengemis di Bogor

Setelah viral di media, sehari setelahnya pada Rabu (20/03/2019), Satpol PP bersama Dinas Sosial Kota Bogor, berhasil menangkapnya dalam operasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Petugas turun mengamankan kendaraan pribadinya, Mobil Avanza F 1663 NM.

“Kakek ini sudah tua, namun jika hasil identifikasi kami, beliau hanya berpura-pura menjadi pengemis atau menikmati dari hasilnya dengan memanfaatkan fisiknya itu. Maka, kita ambil tindakan merujuk ke rumah sakit atau ke panti sosial,” tutur Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Kata Azrin Syamsudin.

Dari hasil pemeriksaan, seharinya Enur dapat mendulang Rupiah dari hasil mengemisnya mencapai rata-rata Rp 1,5 juta per hari.

“Kalau diratakan 30 hari, hitung saja, kalah penghasilan kita,” imbuhnya kemudian.

Numpang Mobil

Aktivitas Nur juga disebut sebagai seorang pedagang soto, yang ada di sekitar Enur mangkal. Setiap hari Kakek yang berpakaian koko dan sarungan itu sering memarkirkan di lahan kosong dekat lapaknya.

Sang supir mengakui, yang biasa mengantarkan Kakek Enur mengemis bernama Maman. Menurutnya, kabar pemberitaan bahwa Kakek Nur seorang yang kaya raya, juragan angkot, dan beristri tiga itu tidak benar.

“Bukan itu bukan mobil dia, tetapi punya majikan saya. Dia hanya penumpang biasa dan bayar ke saya Rp 80 ribu dari rumahnya ke tempat mengemisnya,” ungkap Maman.

Menurut pengakuan Maman, mobil itu sudah setahun menjadi kendaraan sewaan Kakek Enur. Selama itu, dia bertugas setiap pagi mengantarkan ke Jalan Abdullah Bin Nur. Tak setiap hari menjemputnya untuk pulang, tambah Maman, hanya sesekali saja.

“Saya langsung narik, enggak jemput lagi. Kalau yang istri sama angkot itu bohong. Dia tinggal sama anaknya,” beber Maman kemudian.

Informasi yang beredar di media sosial juga dibantah langsung oleh Kakek Nur. Ia mengatakan dirinya menyewa mobil tetangga kampungnya itu karena kondisi fisiknya yang sudah uzur.

Tubuhnya ringkih, tak kuat berlama-lama untuk mencari kendaraan umum. Terlebih, lokasi rumahnya kendaraan umum terbilang jarang. Enur mengaku ongkos sendiri diperolehnya dari hasil mengemis yang disisihkan setiap harinya.

“Saya tidak kuat kalau dari rumah tidak ada kendaraan umum,” jawab Enur yang kini sudah pindah lokasi mengemisnya di seputaran Darmaga IPB, kepada tim pers, Kamis (21/03/2019).

Menantu: Semuanya di Berita itu Hoax

Sementara itu, Aan Asnawati, saat ditemui wartawan di rumahnya, di Kampung Cisauk RT05/01, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabipaten Bogor, Jawa Barat juga mengisahkan pernyataan yang bikin melongo.

Menurut Aan, suaminya, Agus Purnama (26) yang merupakan anak semata wayang Suherman, berprofesi sebagai tukang sapu jalan di Pamulang, Tangerang. Upah yang diterima setiap bulan pun hanya Rp 800 ribu yang cuma bisa dengan alakadarnya digunakan untuk menafkahi keluarga.

Keluarga pun menyesalkan pemberitaan yang membuat orangtua mereka satu-satunya itu menderita. Sejak pagi tadi, kakek berusia 87 tahun itu sudah pergi dari rumah.

“Semuanya di berita itu hoax, keadaan rumah saja kayak gini, bagaimana mau bener bilang kaya. Karena, tidak ditanya langsung beritakan,” tandasnya saat ditemui wartawan, Kamis (21/03/2019).

Aan pun menepis kabar jika mertuanya punya tiga istri. Fakta sebenarnya, seluruh istrinya kini telah tiada.

“Katanya istri tiga, satu saja tidak ada, sudah pada meninggal. Anaknya juga ada satu, itu suami saya,” timpal Aan kemudian.

Penghasilan hanya Ratusan Ribu

Enur pun membantah jika uang yang didapatnya dari mengemis hingga jutaan Rupiah setiap harinya. Tak seperti yang dikatakan Dinas Sosial, ia mengatakan bahwa satu harinya ia hanya mendapat sekitar Rp 100-150 ribu.

“Jadi, yang diberitakan itu tidak benar, fitnah, tidak tanya ke saya langsung, saya orang miskin, orang tidak punya, bukan orang kaya,” ujarnya lagi.

Enur menambahkan, sudah sejak tahun 1990-an silam dirinya menjadi pengemis. Hal ini dilakukannya demi untuk membiayai kebutuhan hidup anak-anaknya. Pernah sekali waktu, aktivitasnya mengemis ia selangi dengan berusaha untuk mencari nafkah dengan berjualan koran dan makanan di jalan.

Namun, fisiknya mengganjal usaha dalam mencari rizki itu. Terkait kondisi cacat fisiknya, Enur menuturkan kekurangannya itu sudah sejak kecil. Agar tak terlihat lubang tengkorak hidungnya, ia pun membalutnya dengan kapas.

“Sudah jualan koran dulu tahun 2000-an, tetapi tidak kuat lama. Jualan makanan pernah, tetapi (fisik) saya gini,” imbuhnya kemudian.

Selain itu, untuk kabar memiliki istri tiga memang dibenarkan oleh Kakek Enur. Namun, ketiganya ternyata sudah meninggal dunia dan dua di antaranya sudah cerai.

Atas viralnya pemberitaan yang sudah ramai, Enur pun menuntut, agar semua fitnah yang ditujukan kepadanya itu diperbaiki. Selama hidupnya, ia pun belum merasakan program pemerintah, baik untuk kartu kesehatan maupun bantuan untuk warga miskin.

“Saya bukan orang kaya, tolong saya, saya sedih jadi seperti ini,” ucapnya dengan memelas.