PDIP: Jangankan Ahok, Mau Habib Rizieq, Mau Munarman, Silakan Masuk, Asalkan…


SURATKABAR.ID – Kabar mengenai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang disebutkan akan bergabung menjadi kader partai PDI Perjuangan disambut baik oleh Politikus PDIP Aria Bima. Menurutnya, PDIP merupakan rumah kebangsaan, sehingga siapa pun mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi kader atau pun anggota partai.

“Yang pondasi rumahnya adalah Pancasila, atapnya NKRI dengan pilar kebhinnekaan dan UUD 45 karena itu selama ada anak bangsa yang mau mengambil pilihan partai, bisa masuk PDIP dengan catatan itu,” ujar Bima di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (28/11/2018), sebagaimana dikutip dari reportase Viva.co.id, Jumat (30/11/2018).

Bima lantas mengungkapkan, ketertarikan Ahok yang ingin bergabung bukan hanya kebetulan karena Ahok didukung partainya pada Pilkada DKI Jakarta lalu.

Kata Bima, bahkan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab atau pun Munarman juga bisa saja bergabung di PDIP.

Ini terbukti saat Kapitra Ampera yang selama ini dikenal lekat dengan seorang Rizieq sebagai pengacara pribadinya kemudian bergabung dengan PDIP.

Baca juga: Fahri Hamzah: Kalau Tiba-tiba Ahok Dukung Pak Prabowo, Itu Baru Seru

“Jangankan Ahok, mau Habib Rizieq, mau Munarman, mau Kapitra, silakan karena PDIP adalah rumah kebangsaan yang lain juga bisa masuk. Asalkan itu tadi,” imbuhnya menambahkan.

Sebelumnya, kabar Ahok ingin bergabung ke partai pimpinan Megawati Soekarnoputri dituturkan sendiri oleh mantan rekannya, Djarot Saiful Hidayat. Djarot yang juga Ketua Bidang Organisasi PDI Perjuangan tersebut memaparkan keinginan Ahok itu disampaikan saat keduanya bertemu.

Ahok yang saat ini mendekam di Rumah Tahanan Kelapa Dua Depok digadang-gadang akan kembali berkarier di dunia politik.

“Benar kalau suatu saat nanti pak Ahok masuk politik, dia hanya mau gabung ke PDI Perjuangan,” tukas Djarot saat dikonfirmasi pada Selasa (27/11/2018).

Sementara itu, mengutip TribunNews.com, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengomentari perihal rencana mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut. Ia menilai hal tersebut tak akan memberikan pengaruh positif terhadap elektoral Joko Widodo (Jokowi).

Fadli Zon mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

“Kalau menurut saya menurunkan, bukan menambah,” sebut Fadli.

Meski begitu, ia menganggap adalah hal yang wajar jika Ahok bergabung dengan PDIP. Alasannya karena PDIP merupakan habitat dari sosok yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur tersebut.

“Itu kan hak semua orang. Mungkin habitatnya kan memang di sana. Jadi, ya, menurut saya enggak ada masalah,” ungkap Fadli kemudian.