Blak-Blakan! Dukung Kubu Petahana, Khofifah Ogah Masuk Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Karena Alasan Ini


SURATKABAR.ID – Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menolak lamaran kubu petahana untuk menjadi Dewan Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Khofifah, seperti diwartakan Detik.com pada Jumat (21/9/2018), terang-terangan mengaku bahwa penunjukan atas dirinya tersebut sama sekali tidak melalui konfirmasi terlebih dahulu. Ia bahkan mengungkapkan baru mengetahui kabar tersebut melalui media sosial.

Hal tersebut diungkapkan Khofifah ketika ditemui usai memberikan tausiyah dalam acara peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah yang digelar di lapangan Desa Pulrejo, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, pada Jumat (21/9) dini hari.

“Tadi malam saya baru dapat info begitu (menjadi Dewan Penasehat TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin) dan ini tadi dengan Mas Emil, ibu sudah tahu nama kita masuk, aku juga baru tahunya dari sosmed terutama. Kemudian teman mengkonfirmasi,” ungkap Khofifah ditemui di lokasi.

Ia dengan tegas pihak petahana tidak pernah sekalipun mengkonfirmasi bahwa namanya masuk sebagai Dewan Penasehat TKD Jatim untuk pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. “Kebetulan nama saya dimasukkan tanpa konfirmasi,” imbuhnya.

Baca Juga: 31 Kepala Daerah di Jatim Gabung Timses Jokowi, Gerindra: Awasi

Meski mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam pilpres mendatang, namun Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama ini mengungkapkan sejak jauh hari sudah menyampaikan keinginannya untuk tidak dimasukkan ke dalam TKD Jatim.

“Saya sudah bertemu dengan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf setelah mendaftar ke KPU dan kepada tim saya menyampaikan tolong saya tidak usah dimasukkan (TKD Jatim). Supaya saya bisa lebih fleksibel membangun komunikasi dengan banyak komunitas,” tuturnya lebih lanjut.

Kendati demikian, Khofifah tidak akan menyampaikan penolakan tersebut ke TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mengingat hingga saat ini dirinya belum mendapat konfirmasi dari Ketua TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma’ruf, Machfud Arifin.

“Loh, kalau saya pernah dikonfirmasi, mungkin itu (menyampaikan keberatan). Namun saya tidak boleh GR (gede rasa) karena saya merasa tidak pernah terkonfirmasi, begitu. Andai saya dikonfirmasi, saya akan menyampaikan sebaiknya saya tidak di dalam (TKD Jatim), begitu,” tandas Khofifah.

Dalam Lampiran Surat Keputusan No. 06-A/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018, tercantum beberapa mana tokoh besar yang masuk dalam susunan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Salah satunya adalah nama Gubernur terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta wakinyal Emil Elestianto Dardak. Padahal sebelumnya kedua nama politisi ini tidak masuk dalam daftar susunan tim.

“Ada revisi sedikit Dewan Penasehat ditambahi Gubernur terpilih Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Dewan Pengarah ada Wakil Gubernur terpilih Jawa Timur Mas Emil Dardak,” ungkap Machfud ditemui usai penyerahan SK di Kantor DPD PDIP Jatim di Jalan Kendangsari Surabaya, Rabu (19/9) lalu.