Fakta Baru Terkuak! Alami Kecelakaan Maut di Sukabumi, Bus Wisata Angkut 7 Penumpang Misterius


SURATKABAR.ID – Kecelakaan maut kembali menjadi topik perbincangan panas di kalangan publik. Bus Jakarta Wisata Sport mengalami kecelakaan di ruas Cibadak-Cikidang-Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Sabtu (8/9) lalu.

Insiden tersebut, seperti yang dilansir Grid.ID dari laman Tribunnews.com, Minggu (9/9/2018), terjadi di kilometer 26 arah Jakarta menuju ke tempat wisata arung jeram di Sukabumi. Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko buka suara.

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, akibat kecelakaan maut tersebut menyebabkan sebanyak 21 korban meninggal dunia. Selain merenggut korban jiwa, sebanyak 14 orang mengalami luka berat, dan 3 orang lainnya mengalami luka ringan.

“Korban meninggal dunia sebanyak 21 orang, luka berat sebanyak 14 orang, dan luka ringan sebanyak 3 orang,” tutur Trunoyudo melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (8/9).

Hingga berita diturunkan, pihak kepolisian belum mengetahui penyebab kecelakaan maut tersebut. Berdasarkan dugaan sementara, pengemudi bus tak waspada dalam mengemudikan bus dan tidak terlalu menguasai jalur yang mereka lalui.

Baca Juga: Merinding! Sebelum Kecelakaan Maut Sukabumi Terjadi, Kakak Korban Dapat Firasat Ini

“Pengemudi kurang menguasai situasi medan jalan,” imbuh Trunoyudo.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi bersama Dirjen Perhubungan Darat melakukan penyelidikan lanjutan terkait tujuh orang misterius yang tidak tercatat dalam data manifes penumpang bus.

Untuk diketahui, menurut daftar manifes bus ditumpangi 30 orang. Sementara faktanya, bus ketika terjadi kecelakaan maut mengangkut 37 orang.

“Jadi tujuh orang penumpang tambahan ini naiknya dari mana, saat ini kami sedang menyelidiki hal tersebut bersama Dirjen Perhubungan darat,” ungkap AKBP Nasriadi, Minggu (9/9), ditemui di lokasi kecelakaan maut, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menuturkan dari sisi jalan pemasangan guadrill permenen berupa tembok akan dilakukan di lokasi kejadian. Ke depannya akan ada imbauan kepada setiap kendaraan dari operator wisata yang melintasi jalur tersebut.

“Setiap kendaraan dari operator wisata yang akan melewati jalur ini akan diimbau bahwa jalan cukup curam banyak turunan tajam, tikungan, jurang, dan tebing,” ujar Budi.

Budi mengungkapkan bahwa bus wisata yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diketahui sempat berhenti di Cijeruk, Bogor, lantaran mengalami masalah. “Kami dengar bus sudah bermasalah mendapat hal ini akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan akan dilakukan recovery jangka pendek dan menengah di lokasi. Mulai dari perbaikan di tempat kecelakaan, guadrill, hingga penambahan marka.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecelakaan maut bus wisata tersebut berawal saat kendaraan melaju dari arah Cikidang menuju Pelabuhanratu.

Begitu tiba di lokasi, sang pengemudi dihadapkan dengan jalanan yang berkelok dan menurun. Diduga pengemudi tak dapat mengendalikan kendaraan lantaran tak terlalu mengenal medan jalan, yang kemudian menyebabkan bus terperosok ke jurang dengan ketinggian sekitar 31 meter.