Rapper Namewee Ditangkap Polisi karena Video Musiknya Dituding Menghina Imlek


SURATKABAR.ID – Seorang musisi rapper bernama Wee Meng Chee, atau yang lebih dikenal dengan nama Namewee (34) ditangkap oleh aparat kepolisian Malaysia. Rapper beretnis China ini dituding telah menghina Islam dan memicu ketegangan rasial. Pasalnya, dalam video musik terbaru yang dirilisnya bermuatan penghinaan terhadap Imlek (Tahun Baru China).

Mengutip reportase South China Morning Post, Senin (12/03/2018), polisi menyebutkan bahwa pihaknya menahan rapper Namewee setelah menerima setidaknya empat keluhan publik terkait video klip terbarunya. Video musik berjudul Like a Dog berdurasi 03.15 menit tersebut menyinggung Imlek 2018 yang diketahui merupakan Tahun Anjing. Hal ini ‘dapat berdampak negatif pada persatuan dan harmoni rasial’, demikian ditandaskan oleh pihak kepolisian.

Video musik yang dirilis di awal tahun ini memang menampilkan para penari yang memakai topeng anjing, yang sedang melakukan gerakan seronok yang diduga menghina agama Islam serta dapat menyakiti harmoni rasial.

Ini merupakan kedua kalinya dalam dua tahun sejak Namewee diselidiki dan diamankan karena video musiknya.


Menurut penuturan aparat kepolisian, dalam video berjudul Like a Dog tersebut, Wee duduk di kursi di lapangan umum di ibukota administrasi pemerintah Putrajaya dengan penari yang memakai topeng anjing di sekelilingnya. Beberapa dari mereka menirukan gerakan s*eks “doggy-style”.

Sebuah bangunan berkubah hijau di latar belakang membuat publik berspekulasi bahwa video tersebut difilmkan di depan sebuah masjid. Tak ayal hal ini menyebabkan kritik. Akan tetapi, Wee berdalih dengan mengatakan bahwa itu adalah kantor perdana menteri. Demikian sebagaimana dilansir dari laman DailyMail.uk.

Lagu ini juga menirukan suara gonggongan anjing dari berbagai negara. Tampak jelas bahwa sang rapper dalam hal ini tengah membicarakan korupsi dalam pemerintahan. Wee menyanyikan bahwa anjing di Malaysia kerap melakukan “mari mari, wang wang”, yang dalam bahasa Melayu berarti “Datanglah, datanglah, uang uang”.

Sementara seperti diketahui, anjing dianggap najis oleh umat Islam yang jumlahnya 60 persen dari 32 juta orang di Malaysia.

Beberapa menteri meminta agar Wee ditangkap. Namun sebagai pembelaan, rapper berusia 34 tahun ini mengatakan bahwa video tersebut hanya merupakan sebentuk hiburan. Ia juga menambahkan bahwa dirinya sama sekali tak berniat untuk tidak menghormati ras atau agama manapun. Demikian diungkapkan dalam reportase Reuters.com.

Sebelumnya, Wee sempat memasang foto dirinya sendiri di Facebook, saat ia sedang berada sendiri di markas besar polisi federal karena dia dicari oleh polisi untuk diinterogasi pada tahun 2016.

“Saya tidak takut karena saya yakin Malaysia memiliki keadilan,” tukasnya.

Rupanya di tahun 2016, dia sempat ditahan polisi setelah para aktivis Islam Melayu yang marah mengajukan keluhan terhadap video Wee yang berjudul Oh My God!, yang difilmkan di depan berbagai tempat ibadah dan menggunakan kata “Allah”, yang berarti Tuhan dalam bahasa Melayu, dengan tidak sopan dan tidak menghormati Islam. Namun saat itu, dia lolos dari tuntutan.

Namewee ditangkap pada tahun 2016, setelah publik mengeluhkan video musiknya yang berjudul Oh My God!. Video tersebut diduga telah menghina Islam, agama resmi dan mayoritas di Malaysia. Wee dibebaskan setelah empat hari dibui.

Dalam salah satu video-video musiknya yang terdahulu, Wee juga pernah mengolok-olok lagu kebangsaan. Ia mendapat kritik karena dinilai telah menebarkan ejekan rasial. Wee juga pernah memproduksi sebuah film yang dilarang pemerintah pada tahun 2014 karena telah menggambarkan agensi nasional dengan cara yang negatif.

Di Malaysia sendiri, ras dan agama merupakan isu yang sensitif. Seperti diketahui, di Negeri Jiran, mayoritas etnis Melayu pada umumnya hidup dengan damai berdampingan dengan kaum minoritas China dan India. Sebelumnya, kerusuhan rasial pernah terjadi pada tahun 1969 dan menyebabkan setidaknya 200 orang tewas.

Loading...