Terkuak! Wanita Penghibur Bebas Keluar Masuk Lapas Layani Napi


SURATKABAR.ID – Pernah dengar soal “bilik asmara” di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)?

Isu tersebut sepertinya bukan hoax semata. Pasalnya, penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung tengah mendalami peran LA dalam dugaan penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas IIA Kalianda.

LA sendiri merupakan wanita penghibur yang selama ini kerap melayani kebutuhan biologis napi di lapas tersebut. Menurut Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga, LA saat ini masih berstatus saksi. LA diduga terlibat bisnis yang dijalankan napi bernama Marzuli.

“Kami duga dia (LA) tidak hanya melayani kebutuhan siksual. Tetapi juga mengetahui (peredaran narkoba),” ujar Tagam, dilansir jpnn.com, Sabtu (26/5/2018).

Baca juga: Nyamar pakai Hijab, Pria Ini Leluasa Curi Motor di Kos-Kosan, Wajahnya Cewek Asli!

Menurut Tagam, ia awalnya mendapat kabar bahwa ada seorang wanita yang dipercaya Marzuli untuk mengatur keuangannya. Namun, saat diperiksa LA tak mengakuinya,

“Ya informasi awalnya begitu. Ini yang masih kita dalami terus keterangannya,” lanjut Tagam.

Tak hanya itu, Kalapas Kelas IIA Kalianda Mukhlis Adjie juga diduga terlibat dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga menerima sejumlah uang hasil penjualan narkoba dari Marzuli.

Humas Kanwil Kemenkumham Lampung Erwin Setiawan menuturkan, tim internal Kemenkumham juga telah diturunkan untuk memeriksa lebih jauh penyelundupan narkoba ini.

“Tim itu hanya dibentuk untuk Lapas Kalianda. Untuk UPT lainnya, menjadi tugas dan fungsi Divisi Pemasyarakatan dalam melaksanakan evaluasi dan pembinaan,” terangnya.

Diketahui, penyidik BNNP Lampung memutuskan untuk menahan Mukhlis Adjie selama 20 hari ke depan. Hal ini dilakukan karena Mukhlis dinilai tak kooperatif selama penyidikan.

Sementara itu, meski berstatus napi, ternyata Marzuli kerap mendapat keistimewaan. Ia bukan hanya bebas keluar-masuk lapas sebanyak 6 kali tanpa pengawalan, tapi juga diizinkan memakai ponsel untuk berkomunikasi dan menjalankan bisnis narkoba. Bahkan, Marzuli juga kerap memasukkan wanita penghibur ke dalam selnya.

Sebelumnya, Sabtu (28/4/2018) lalu, Mantan Kapolsek Cipondoh Bayu Suseno membongkar adanya bilik asmara di sebuah lapas. Ia mengungkapkan hal ini melalui Facebook dan Twitter.

Mau ML sama napi? Bisa kok… ada bilik asmara yg disewakan di dalam Lapas Rajabasa… tarifnya?
Bila ML siang hari maka sewa bilik asmara Rp 1.5 juta kalau malam hari lebih mahal soalnya bisa sampai subuh.
Cewek aja bisa dibawa masuk ke Lapas kan? Apalagi cuma handphone….” tulisnya, dilansir tribunnews.com, Jumat (25/5/2018).